Peran BK di Masa COVID-19

Spread the love

Sudono  SPd MSi

Guru Bimbingan dan Konseling

SMA Negeri 2 Semarang

 

Setiap manusia yang terlahir ke dunia memerlukan pengalaman untuk menjadi manusia seutuhnya sebagaimana yang diinginkan, dikehendaki atau yang dicita-citakan. Pengembangan tersebut pada dasarnya adalah upaya memuliakan  manusia yang telah terlahir tersebut. Upaya memanusiakan manusia itu adalah tugas besar bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam membantu perkembangan dan pertumbuhan siswa supaya dapat tercapai sesuai dengan bakat, minat dan potensinya.

Guru Bimbingan dan Konseling merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, guru pembimbing harus selalu mengasah dan memperjuangkan diri, dalam arti memperluas dan meningkatkan wawasan, ilmu, dan ketrampilan, serta selalu menampilkan nilai-nilai dan sikap yang sesuai dengan tuntutan tugas pokoknya dalam rangka pelaksanaan pendidikan secara menyeluruh.

Di samping itu, agar penyelenggaraan tugas-tugas pokok guru pembimbing selaras dengan kebijakan pemerintah yang mengacu kepada Undang-undang No. 2 /1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta perangkat aturan pelaksanaanya, perlu diterbitkan sejumlah pedoman, panduan ataupun petunjuk dan bahan-bahan lainya yang setiap kali dapat dijadikan rujukan atau acuan bagi guru yang bersangkutan.

Munculnya Pandemi Covid 19 sekarang ini membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan berbeda dengan biasanya, yang biasanya belajar mengajar dilakukan secara langsung klasikal atau tatap muka  di dalam ruang kelas.

Demi menghindari tertularnya virus korona ini maka pembelajaran dilakukan jarak jauh dengan cara siswa berada di rumahnya masing-masing secara online. Dilarang adanya pertemuan atau acara yang dihadiri oleh orang banyak Hal ini dialakukan karena siswa tidak boleh berkerumun, berkumpul, bergerombol dan saling berdekatan. Karena kehidupan secara alamiah  siswa adalah kehidupan yang secara pribadi maupun sosial ingin selalu ingin berkumpul dengan teman-temanya.

Masalah Pribadi

Adanya physical distancing yang diberlakukan oleh pemerintah dalam rangka menjaga jarak secara fisik  individu yang satu dengan yang lainya sebagai salah satu cara untuk menghindari penyebaran virus corona secara lebih luas. Langkah ini merupakan langkah yang paling cepat untuk menghindari penyebaran virus corona di masyarakat. Termasuk langkah yang dilakukan oleh pemerintah baik di pusat atau di daerah, melakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar   (PSBB) kemudian menutup jalan-jalan utama pada jam-jam tertentu juga salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran virus corona secara luas.

Kehidupan pribadi siswa merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki ciri yang khusus atau unik. Kehidupan pribadi siswa menyangkut berbagai aspek baik itu emosional, sosial, dan intelektual, sehingga dengan hal ini siswa selalu ingin bersama dengan teman-temanya sementara dimasa pandemi korona ini orang dilarang untuk berkerumunan supaya  terhindar dari penyebaran virus korona yang sedang menyebar saat ini. Memang pada awal kehidupanya, dalam rangka menuju pola kehidupan pribadi yang lebih matang, siswa akan hidup secara mandiri, dalam arti mampu mengurus diri sendiri dengan mengatur dan memenuhi kebutuhan serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehari hari.

Masalah Sosial

Adanya social Distancing atau pembatasan social yang dianjurkan  oleh pemerintah hal inipun merupakan salah satu cara untuk mengurangi penyebaran virus corona agar tidak menjadi luas. Pemerintah mengambil sikap yang demikian merupakan salah satu pencegahan karena memburuknya wabah virus corona yang terjadi di Indonesia. Kemudian juga adannya anjuran orang untuk tidak berjabat tangan kemudian yang sehat untuk membatasi kunjungan ketempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak.

Melihat perkembangan siwa apalagi siswa usia SMA memang susah untuk meninggalkan apa yang dianjurkan oleh pemerintah dalam mengahdapi penyebaran virus corona ini. Setiap individu tidak dapat berdiri sendiri, tetapi memerlukan bantuan orang lainnya. Seperti bayi yang baru lahir tidak akan mempertahankan kehidupanya tanpa bantuan orangtuanya. Pada umumnya,  setiap manusia akan lebih tertarik kepada teman sebaya yang sama jenis kelaminya. Manusia itu kemudian akan membentuk kelompok sebaya dunianya yang menyenangkan saling membantu saling mengisi dan mereka merasa nyaman. Mereka akan memahami dunianya dan dunia pergaulan yang lebih luas. Selanjutnya, manusia mengenal kehidupan bersama, bermasyarakat atau berkehidupan sosial dan akhirnya berkeluarga. Dalam perkembangannya, manusia mengetahui bahwa kehidupan manusia itu bukan seorang diri, harus saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi, dan sebagainya.

Setiap individu selalu berhubungan sosial dengan sesamanya, disamping berhubungan dengan sang maha pencipta. Itulah sebabnya manusia hidup secara berkelompok, berkeluarga dan bermasyarakat. Lingkungan agama, keluarga dan masyarakat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perbedaan individual. Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap perilaku mereka dirumah, di masyarakat maupun di sekolah. Gejala yang dapat diamati adalah bahwa mereka menjadi lebih atau kurang dalam bidang tertentu di bandingkan dengan orang lainya. Sebagian lebih mampu dalam bidang olah raga dan ketrampilan, sebagian lagi lebih mampu dalam bidang kognitif atau yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Peran Guru BK Saat Covid-19

Secara formal maupun profesional peran guru seringkali menghadapi berbagai permasalahan yang timbul akibat adanya berbagai perubahan yang terjadi lingkungan tugasnya. Perubahan dalam bidang kurikulum, pembaharuan dalam sistem pengajaran serta anjuran-anjuran dari atas untuk menerapkan pengajaran yang baru. Seperti yang terjadi saat ini adanya wabah virus corona. Hal ini membawa dampak kebingungan bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. Kebingungan tersebut diantaranya diakibatkan oleh kurangnya persiapan dalam menerima dan menghadapi masalah yang muncul.

Melihat situasi saat ini maka peranan guru Bimbingan dan Konseling yang utama adalah memantau dan memotivasi para siswa yang sedang belajar di rumah secara daring, melatih kepada para siswa untuk mampu belajar secara mandiri di rumah dan sekaligus melatih anak untuk bertanggungjawab terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh bapak dan Ibu gurunya.

Guru pembimbing memantau keberadaan siswa dirumah, mengenal para siswa secara lebih mendalam guna memberikan bantuan jika diperlukan, berkomunikasi dengan orangtua siswa untuk saling menatau perkembangan siswa, bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga lain. Membuat catatan pribadi masing-masing siswa menyimpan data dengan baik dan merahasiakan, meneliti perkembangan dan kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *