Antara Covid-19 Surga dan Neraka

Spread the love

Oleh: Dwi Jatmiko, S.Pd.I
Pendidik Bahasa Arab 456
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Hanya berselang beberapa pekan setelah temuan kasus SARS-cOv-2 di Wuhan, Cina, dampaknya Ramadhan 1441 Hijriyah terasa berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) mengubah kebiasaan bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Bahkan di Indonesia, Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) belum menunjukkan tanda-tanda reda.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar masyarakat beribadah di rumah selama pandemi COVID-19 masih terjadi di Indonesia.

Masyarakat diimbau tidak melakukan shalat berjamaah di masjid, termasuk saat tarawih, kegiatan buka puasa bersama, larangan menggelar shalat idul fitri dan bersilaturrahim secara langsung ke tetangga dan keluarga.

Manfaat sosial paling terkecil beribadah di rumah saja, yaitu memperkuat ketahanan kita sebagai keluarga. Mempererat hubungan kekerabatan antar anggota keluarga, yang bisa jadi di dalam kondisi normal tidak kita temukan.

Jika ibadah puasa mampu menghadirkan spirit egalitarisme di kalangan umat Islam di seluruh dunia, di mana semuanya menjalankan perintah yang sama dari Allah SWT “tak peduli warna kulit maupun derajat sosial pribadi seseorang”.

Hal yang sama terjadi saat wabah Covid-19 melanda. Pandemi mematikan tidak pandang bulu, siapapun orangnya baik kaya miskin, muda tua, besar kecil, pendek tinggi, raja maupun bawahan dan sebagainya bisa tertular Covid-19.

Dalam Konteks Islam Kita Mengenal Anugerah Surga
Kita perhatikan surah Az Zukhruf ayat 68-83.
”Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu dan tidak pula kamu bersedih hati.

Yaitu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”

Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.

Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.

Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.

Sebaliknya, Neraka.
Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.

Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.

Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.

Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).

Ataukah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.

Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).

Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.”

Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.

Ramadhan adalah bulan Alquran. Salah satu amalan penting dalam bulan Ramadhan adalah tadarus atau membaca Alquran dan mengkhatamkannya bagi yang mampu.

Alquran mampu menjadikan seseorang menjadi berbeda dengan sebelumnya. Alquran pembeda antara haq dan batil.

Marilah kita selalu berinteraksi dengan Alquran, dimulai 7 M. Pertama, membaca, kedua, mentadabburi, Ketiga mengahafal, Keempat mendengarkan, Kelima mengajarkan, Keenam mengamalkan dan Ketujuh menjadikan rujukan kehidupan agar sukses dunia akhirat.

Jadikanlah momen Ramadhan 1441 Hijriyah, sebagai tantangan baru. Berjuang mencapai kemenangan lahir dan batin di tengah covid-19, gapai Surga hindari Neraka, dan semoga semua cepat berlalu. Amin.

Cos/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *