Proyek Jalan Mangkrak Warga Galeh Resah

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Proyek pengerasan jalan Dukuh Plosorejo RT 18, Desa Galeh, Tangen, Sragen mangkrak, Jumat (3/4). Kondisi itu dikeluhkan warga setempat, karena proyek jalan dengan anggaran dana desa (ADD) sebesar Rp 234,9 juta terbengkalai 4 bulan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bulan Nopember 2019  jalan kampung Plosorejo RT 18 Desa Galeh mendapatkan anggaran dana desa Rp 229.075.000 ditambah swadaya warga Rp 9.829.000, jumlah dana Rp 234.904.000. Proyek rabat beton itu dikerjakan selama 30 hari dengan volume 800 m x 2,4m x 0,12 cm. Namun baru dikerjakan 600 meter, proyek rabat beton itu mangkrak. Padahal masih menyisakan pekerjaan 200 meter, seharusnya selesai bulan Desember 2019.

Dikatakan Wahono bahwa proyek jalan satu paket dengan jalan Plosorejo RT 18 kulon 600 meter dan jalan warga Plosorejo RT 18 etan 200 meter. “Namun untuk cor jalan untuk warga Plosorejo RT 18 etan dikerjakan bulan Januari 2020 baru mendapat 30 meter berhenti karena tidak jelas anggarannya,” jelas Wahono tokoh masyarakat Tangen, ini.

Diungkapkan Wahono, pihaknya  mendapatkan laporan proyek cor jalan tersebut mangkrak. Ini sangat janggal sekali proyek belum selesai 100 persen dana sudah habis. Anehnya lagi, LPJ proyek jalan tersebut juga sudah selesai. Sedangkan munculnya keresahan warga Plosorejo RT 18 Galeh, Camat Tangen Purwo Santoso memanggil kades-kades Galeh Triyono, PJ Kades Galeh Prihanto dan Sekdes desa Galeh Harni, Selasa (24/3).

Camat Tangen Purwo Santoso membenarkan pihaknya telah memanggil pihak terkait untuk segera menyelesaikan proyek jalan desa tersebut. “Memang mereka sudah kami panggil untuk selesaikan proyek tersebut. Hanya saja, karena pekerjaan jalan kampung itu anggaran desa, maka lebih detailnya silahkan tanya ke pihak desa,”jelas Camat Tangen Purwo Santoso dalam pesan singkatnya.

Sementara Sekdes Galih Harni saat dikonfirmasi proyek jalan tersebut telah dilanjutkan. Saat ini pekerjaan tinggal 100 meter. Secara pasti proyek akan diselesaikan. “Secara pasti tinggal 100 meter proyek jalan itu dan terus dikerjakan hingga selesai,” jelas Harni.

Sekdes Galeh ini juga membantah, bila dalam pengerjaan proyek jalan itu tidak melibatkan bendahara dan PPK. “Tidak benar bila dalam proyek itu hanya dikerjakan PJ Kades Galeh dan Sekdes Galeh, tapi melibatkan semua pihak,” papar Harni. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *