PIT Perkuat Merdeka Belajar

Spread the love

RUANG GURU

 

Oleh : Supartinah  SPd MPd

SMP Muhammadiyah 9 Jaten

 

Untuk apa guru memberikan pertanyaan kepada siswa? Jawaban sebagian besar guru, pertanyaan yang mereka berikan bertujuan untuk mengetahui apakah siswa sudah faham materi yang disampaikan, mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran.

Jawaban tersebut tidak salah, hanya sayang sekali kalau pertanyaan yang diberikan guru hanya sebatas untuk hal tersebut. Ada yang lebih bermakna dari sebuah pertanyaan daripada sekedar mengukur ketercapaian materi. Kalau guru bisa menciptakan pertanyaan dan mengelola pertanyaan tersebut dengan baik, maka bisa dipastikan, pembelajaran aktif berjalan dengan baik. Bagaimana bisa?

Sebagian besar guru bila ingat pertanyaan, ingatannya tertuju pada test, evaluasi, dan ujian. Hal itu karena guru biasanya memberikan pertanyaan hanya pada akhir pembelajaran. Padahal, pertanyaan bisa diberikan di awal, di tengah, dan di akhir pembelajaran.

Pertanyaan yang diberikan di awal pembelajaran bertujuan untuk menggali pengalaman peserta didik, mengetahui background knowledge siswa. Bisa juga dikatakan, tahap ini sebagai koneksi. Guru bisa menghubungkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

Pertanyaan yang diberikan guru pada saat proses pembelajaran menjadi pertanyaan yang sangat penting. Pertanyaan seperti apakah yang diberikan guru pada saat proses pembelajaran. Pertanyaan yang ini digunakan untuk menjamin bahwa pembelajaran aktif berjalan dengan baik.

Ada beberapa tipe pertanyaan yang termasuk dalam katagori ini, antara lain : 1) Pertanyaan Produktif; 2) Pertanyaan Imajinatif; dan 3) Pertanyaan Terbuka. Pertanyaan produktif adalah pertanyaan yang mendorong siswa melakukan sesuatu untuk bisa menjawab pertanyaan. Sebagai contoh, kalau guru bertanya, apa saja warna jeruk ini? Tanpa melakukan sesuatu siswa bisa menjawab : hijau, kuning, atau oranye. Tetapi bila siswa ditanya : Apakah ketiga jeruk ini memiliki jumlah pasi yang sama?, maka siswa harus melakukan sesuatu untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, yaitu membuka semua jeruk dan menghitung jumlah pasinya.

Lawan kata pertanyaan produktif adalah pertanyaan tidak produktif. Artinya, dengan melihat saja, atau mengandalkan ingatan saja, siswa sudah dapat menjawab pertanyaan.

Pertanyaan imajinatif adalah pertanyaan yang untuk menjawabnya siswa  memerlukan daya imajinasi. Sebagai contoh, disajikan gambar harimau dan kelinci, siswa ditanya: Apa yang akan dilakukan harimau terhadap kelinci? Jawaban siswa bisa bervariasi, antara lain: Harimau akan menerkam kelinci, Harimau akan menjagak kelinci menemui ibu kelinci, Harimau akan menolong kelinci yang terjebak perangkap pemburu. Semua jawaban itu tergantung imajinasi siswa masing – masing.

Lawan kata dari pertanyaan imajinatif adalah Pertanyaan Faktual. Pertanyaan faktual, jawabannya jelas sekali bisa dilihat, karena berupa fakta. Sebagai contoh, ada berapa harimau pada gambar? Untuk menjawabnya, siswa cukup menghitung jumlah harimau yang terdapat pada gambar.

Pertanyaan Terbuka adalah pertanyaan yang kemungkinan jawabannya lebih dari satu. Sebagai contoh : Untuk sembarang bilangan asli, bilangan berapakah yang hasil kalinya sama dengan 12? Siswa bisa menjawab 2 x 6, 3 x 4, 6 x 2, 1 x 12, 12 x 1. Lawan kata Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan tertutup. Contohnya : Berapa hasil perkalian 4 x 3 ? Jawabannya pasti dan hanya 1 yaitu 12.

Ketiga tipe pertanyaan (Produktif, Imajinatif dan Terbuka = PIT) sangat diperlukan pada saat proses pembelajaran. Guru bisa menyusun Lembar Kerja dengan menggunakan pertanyaan – pertanyaan tersebut sebagai komponen sebuah LK yang baik. Komponen utama  lembar Kerja (LK) adalah : 1) Informasi; 2) Pertanyaan / Tugas. Informasi bisa berupa gambar, teks, berita, atau yang semacamnya. Dalam memberikan informasi guru sebaiknya mempertimbangkan kecukupannya. Artinya, informasi tersebut tidak terlalu banyak, dan juga tidak terlalu sedikit.  Bila informasi yang diberikan terlalu sedikit, akibatnya siswa tidak berdaya. Namun bila informasinya terlalu banyak, membuat kreativitas siswa terbatasi. Lembar Kerja yang baik dapat menjamin proses pembelajaran aktif berjalan dengan baik, karena unsur – unsur pembelajaran aktif (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi = MIKIR) dapat terpenuhi.

Setelah pertanyaan pada awal pembelajaran, proses pembelajaran, berikutnya pertanyaan pada akhir pembelajaran, yang secara umum tujuannya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.  Pertanyaan – pertanyaan yang diberikan guru pada proses pembelajaran, bisa juga diberikan pada akhir pembelajaran. Untuk tipe yang satu ini, guru sudah sangat menguasai, baik teknik, bentuk soal, dan cara menyusunnya.

Mengingat pentingnya peran pertanyaan,  guru harus banyak berlatih menyusunnya. Terutama soal tipe Produktif, Imajinatif dan Terbuka = PIT. Tentunya hal itu sesuai dengan karakter mata pelajaran masing – masing. Sebagai contoh, pertanyaan produktif sangat sesuai untuk mata pelajaran IPA dan rumpunnya, karena memicu siswa untuk melakukan pengamatan, percobaan dan kinerja ilmiah. Untuk pertanyaan terbuka, sangat pas untuk Mata Pelajaran Matematika atau serumpunnya, yang berkarakter problem solving/pemecahan masalah. Sedangkan pertanyaan Imajinatif, sangat sesuai untuk Mata Pelajaran Bahasa yang karakternya adalah Pembelajaran Berbasis Teks. Untuk melakukan kreasi (menciptakan teks), siswa perlu dilatih daya imajinasinya. Untuk mata pelajaran lain bisa menyesuaikan, misalnya untuk IPS, PKn bisa menggunakan pertanyaan produktif, imajinatif, dan juga terbuka.

Kesimpulannya, guru perlu sering berlatih menyusun pertanyaan yang Produktif, Imajinatif dan Terbuka = PIT,  agar Pembelajaran Aktif bisa berjalan dengan baik. “PIT” siap perkuat Merdeka Belajar.

Editor: Cosmas

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *