Bicara Soal Kebhinekaan dengan Gibran, Gus Maksum Kenang Sosok Gus Dur

Spread the love

SOLO-Poskita.co Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (32) menghadiri acara ‘Ngobrol Bareng Gus Maksum Faqih’ selaku Ketua Gawagis Nusantara di Ndalem Padmosusastra, Senin (27/1/2020) malam.

Acara yang juga dihadiri oleh KH. Ali Pono itu pun membahas masalah kebhinekaan dan toleransi di NKRI.

“Setelah sekian lama menjelang Pilpres, negeri kita diterpa isu hoax. Kita berharap nanti September, Kota Solo saat pilkada tetap aman dan terjaga kebhinekaannya,” ujar Gus Munir saat sambutan.

“Indonesia itu berasal dari keberagaman, ini menjadi kewajiban kita bersama untuk merawat kebhinekaan, karena aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan,” tandas Gibran.

Sambil memperlihatkan tayangan 2 video yang berisi keragaman suku di Indonesia, Gibran mencontohkan banyak negera yang hancur karena berawal dari ujaran kebencian.

“Perlu saya tekankan bahwa dulu banyak negara di dunia ini sebelumnya indah dan makmur sekarang porak poranda, karena ujaran kebencian dan hoax. Saya gak mau nanti kampanye sudah mulai, kita tergerus dengan hoax. Harusnya saat pesta demokrasi nanti perang wacana, perang usulan,” lanjut pengusaha kuliner Mangkokku itu.

Di hadapan para kyai dan santri Nahdliyin, Gibran pun memuji sepak terjang Nahdatul Ulama yang dianggap jadi kelompok penangkal radikalisme.

“Ini nanti yang jadi benteng ya NU, ya siapa lagi,” ujar Gibran disambut tepuk tangan hadirin.

Gus Maksum selaku Ketua Gawagis Nusantara juga mendoakan Gibran agar bisa menjadi pemimpin masa depan yang kinerjanya dapat melebihi sang ayah, Presiden Jokowi.

“Mas Gibran itu sekarang memang baru calon pemimpin. InsyaAllah kelak akan jadi pemimpin. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, semoga bisa melebihi ayahnya. Saya nyimak track record Mas Gibran dalam memanagemen bisnisnya, bagus mas. Enak juga martabaknya (Markobar)” tutur Gus Maksum.

Tokoh agama yang berasal dari Tuban itu pun mengenang Gus Dur saat menjabat Presiden.

“Gus Dur mengajarkan kita soal toleransi. Dia sosok yang bisa mendengarkan apa yang dikatakan rakyatnya. Pemimpin yang tinggi toleransinya akan ditiru rakyatnya,” tandas Gus Maksum.

Muhammad Heri, salah satu peserta dari Pasar Kliwon, bertanya apabila rekomendasi tidak jatuh pada Gibran. Bagaimana dirinya dan pendukungnya tetap menjaga keberagaman di Kota Solo.

“Saya gak tahu rekomendasinya jatuh pada siapa. Pokoknya saya ikhlas. Yang jelas niat saya ingin bermanfaat bagi orang lain. Kalau saya jadi pengusaha hanya ribuan karyawan saya yang terbantu dan kalau saya terpilih bisa bantu 500 ribu orang,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *