Prof Jamal: Mahasiswa KKN Beri Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) harus memberi bimbingan dan inovasi berbasis kearifan setiap daerah.

“Saya berpesan kepada para peserta KKN dan terkhusus kepada para dosen yang menjadi DPL, inilah saat yang tepat untuk kita belajar dengan melihat langsung kearifan yang dimiliki oleh setiap daerah. Dari situ, kita melanjutkan memberi bimbingan dan inovasi berbasis pada kearifan daerah,” kata Prof Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, saat melepas 1.738 mahasiswa dan 77 DPL untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari-Februari 2020 di Halaman Gedung dr. Prakoso UNS, Selasa (14/1/2020).

Peserta KKN dan DPL   diterjunkan di 173 Desa, 55 Kecamatan, 32 Kabupaten, 8 Provinsi serta 1 di Luar Negeri. Prof Jamal bercerita sedikit untuk bekal buat mahasiswa KKN.

Prof Jamal mengawali sambutannya dengan cerita menarik dari Butet Manurung yang membuat Sekolah Rimba bagi anak-anak suku pedalaman hutan. Suatu hari ada anak yang akhirnya meninggal dunia karena digigit ular di hutan. Hal ini dikarenakan pawang dan dukun yang ahli mengobati orang yang terkena gigitan ular sudah tua dan meninggal dunia. Tidak ada lagi pawang dan dukun yang ilmunya dulu diajarkan secara turun-temurun melalui cara mereka.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena sekolah yang ada di pinggir hutan tidak mengajarkan bagaimana bersahabat dengan ular atau bagaimana menyelamatkan diri kalau terkena racun dari gigitan ular. Guru-gurunya datang dari luar dan tidak tahu tentang kearifan lokal yang dimiliki oleh desa tersebut. Mereka yang datang mengajarkan sesuatu yang akhirnya tidak dipakai dan tidak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Prof. Jamal juga berpesan khusus kepada para mahasiswa, bantulah masyarakat di lokasi KKN dengan segenap ketulusan hati, semua yang berasal dari hati akan sampai ke hati.

“Di mereka ada masa depan kita, di desa mereka ada masa depan bangsa kita. Buktikan kalian adalah generasi milenial yang berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang cerdas dan strategik tapi tetap berbekal dengan budi dan nurani. Pinjamkan jaket almamater kalian selama 45 hari kepada mereka, mungkin mereka sangat merindukan untuk bisa belajar di perguruan tinggi seperti kalian,” imbuh Prof. Jamal.

Turut hadir  Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta, Brigadir Jenderal TNI Rafael Granada Baay yang memberikan sambutan dalam pelepasan KKN UNS. Jenderal TNI Rafael Granada Baay mengatakan para mahasiswa yang akan mengikuti program KKN ini adalah salah satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolongi serta memiliki wawasan kebangsaan Indonesia yang kuat dan kokoh taktergoyahkan. Kemampuan yang sudah dimiliki penting sekali untuk selalu diasah dan dikembangkan agar semakin profesional dan mumpuni.

“Salah satu bentuk usaha tersebut adalah dengan dilaksanakan KKN bagi para mahasiswa. KKN merupakan program yang ditetapkan untuk mengoptimalkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolongi yang dimiliki oleh mahasiswa. Selamat menjalankan KKN, semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat di lokasi KKN,” ujar Brigadir Jenderal TNI Rafael Granada Baay.

Ketua LPPM UNS, Prof. Okid Parama Astirin mengatakan ada 18 tema yang diangkat dalam periode KKN tahun ini. Diantaranya adalah Optimalisasi Potensi Desa dan Pengembangan BUMDes, Pemanfaatan dan Pengelolaan Hasil Hutan, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan UMKM Desa, Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa, Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif, Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), Pengentasan Kemiskinan dan Layak Anak, Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan sebagainya.

“Sebagai generasi milenial tentu perlu dilakukan pendekatan kepada masyarakat yang menyesuaikan kemajuan zaman. Dengan mengangkat tema-tema tersebut diharapkan UNS bisa terus berkontribusi untuk masyarakat. Salah satu agenda wajib bagi mahasiswa yang diingatkan oleh Bapak Rektor pada periode ini adalah melakukan penanaman pohon di setiap lokasi KKN yaitu satu orang lima pohon, kemudian mengabadikannya dan mengunggah di sosial media,” ujar Prof. Okid. 

COS/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *