Sebuah Kritik untuk Seni Pertunjukan

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Parade Teater Kampus Seni Indonesia (PTKSI) ke-8 dalam pementasan Selasa (26/11) malam sangat meriah. Hal ini dibuktikan membludaknya penonton yang antusias untuk melihat penampilan dari dua delegasi, ISI Yogyakarta dan ISI Padang Pajang.

ISI Yogyakarta membawakan repertoar “Seniman Luar Angkasa Serum Penambah Tenaga dan Apakah Aku di Sana?” Disutradarai Jody Dewatama, asisten sutradara Gregorius Alif AS. Subyek seniman teater, obyek masyarakat dan penonton pertunjukan teater ditambahkan peristiwa penolakan masyarakat terhadap pertunjukan teater yang rumit, multi tafsir, metafisis, sok filosofis, dan egoistis. Konflik dikerucutkan dengan terjadinya pembunuhan yang dilakukan masyarakat terhadap seniman teater.

ISI Padang Panjang membawakan repertoar  “Tunggak Tuo” (Sebuah Kaba dari Minangkabau “Sabai Nan Aluih”). Disutradai  Yeni Wayuni, pimpinan produksi Rahmadona, Aktor: M. Haikal, Syahrul Nizam, Ayuni Rachman, Saipul Mahrizal, Junari Adi Saputra.

Dalam ringkasan ceritanya, Sabai Nan Aluih, sosok Sabai yang digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan lemah lembut. Akan tetapi, ia tidak takut untuk membela kebenaran walaupun ia tahu bahwa nyawanya juga menjadi taruhan. Sabai adalah anak yang patuh kepada orangtuanya, ia membantu orang tuanya dan menghormati ayah dan ibunya.

Sabai Nan Aluih menjadi gambaran dari sebuah dendam seorang perempuan karena ayahnya dibunuh menjadikan Sabai seorang yang tidak takut dan ingin bertarung dan melepaskan dendamnya kepada Rajo nan Panjang yang Membunuh Rajo Babandiang ayahnya Sabai setelah Sabai ingin membalaskan dendamnya dan Rajo nan Panjang kalah di tangan Sabai. Rajo nan Pajang meminta maaf, kelembutan hati Sabai dan sebagai seorang perempuan yang lemah lembut memaafkan Rajo nan Panjang,

Di sanalah dapat dilihat sosok pergerakan atas pemberontakan perempuan Minangkabau sebagai Tunggak Tuo di Rumah Gadang Perempuan yang bijak dalam mengambil keputusannya.

Ikman, salah satu  penontan dari Kepulauan Riau yang kuliah di ISI Surakarta Jurusan Tari semester I, merasa puas dan senang melihat pertunjukan dari ISI Yogyakarta dan ISI Padang Panjang, dengan diadakannya pertunjukan PTKSI membuat para seniman teater bisa belajar dan mengerti karakter pemain antar daerah yang berbeda-beda.

Penulis: ARYADI
Editor: COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *