Perbankan Dituntut Bendung Bahaya Rentenir

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Usaha Perbankan diharap bisa menanggulangi praktek rentenir yang sampai saat ini masih berkembang di masyarakat. Tidak hanya mempelajari langkah rentenir saja, namun juga bisa meniru strategi namun dengan beban tanggungan tidak seberat rentenir.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menghimbau agar perbankan bisa memerangi praktik rentenir yang banyak beroperasi di pasar tradisional di Sragen. Pelaku rente yang meminjami modal usaha pedagang tradisional itu sebagian besar bukan warga Sragen. Melainkan orang dari luar Sragen.

Dia mengindikasi praktik rentenir ada di pasar tradisional di Pasar Kota, Pasar Bunder Sragen Kota, Pasar Gondang, Sumberlawang maupun Gemolong. Dia menegaskan pemkab Sragen sedang galak-galaknya memerangi oknum rentenir. ”Semakin hari kita rasa keberadaan rentenir menghambat pertumbuhan kesejahteraan,” ujarnya.

Dedy meminta lembaga perbankan semua untuk bergerak lebih aktif memerangi rentenir. ”Perbankan sudah jemput bola, tidak hanya sekedar mengantar dan mengambil saja. Tapi harus berani buka lebih pagi dan tutup lebih malam, salah satu cara memerangi rentenir,” bebernya.

Sebelumnya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendesak Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang baru, Tedi Rosanto agar menemukan formula memberantas praktek rentenir. ”Pak Tedy saya minta, saat ini bagaimana kita mengatasi para rentenir yang mengganggu pedagang di pasar kita,” tegas Bupati.

Jangan sampai Dinas kalah dengan rentenir. Bupati minta bukti agar bisa lebih bertaring melawan rentenir. Selain itu, Mbak Yuni menyampaikan pada 2020 mendatang ada sejumlah pasar yang diajukan untuk direvitalisasi. ”Saya juga minta E Retribusi harus bisa di seluruh pasar yang kita miliki bertahap, bukan hanya di Pasar Kota dan Pasar Bunder,” bebernya.

Sementara, Koesnanto selaku Dirut BKK Jateng menyampaikan sudah menganalisa keberhasilan rentenir. Dia menjelaskan bekerja seolah tidak mengenal waktu. Bisa dinihari atau bahkan sampai menjelang tengah malam. ”Kami juga siapkan layanan sampai malam hari dan buka subuh sekitar jam 5 pagi,” kata dia.

Soal bunga, perbankan punya program dengan bunga di bawah satu persen. Ketika program perbankan itu dijalankan akan berlangsung perekonomian masyarakat dengan baik. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *