Magrib dan Rice Gelar Mahabbah Alam di Pesantren La Tansa

Spread the love

BANTEN, POSKITA.co – Masyarakat Gemah Ripah Bersatu (MAGRIB) dan Rifa’i Center (RICE) menggelar acara konser bertajuk Mahabbah Alam di Pesantren La Tansa, Lebakgedong, Lebak, Banten (26/09/19).

Dihadiri sekitar 3000 santri dan para guru, Mahabbah Alam mempersembahkan doa bersama, renungan, nyanyian dan puisi tentang alam untuk Tuhan agar Indonesia dijauhkan dari segala macam bencana alam.

Hadir dalam konser Mahabbah Alam para aktivis Magrib antara lain Raja Asdi, Sam Bimho, Remy Sylado, Ully Harry Rusady, Jodhi Yudono dan Ustad Dono.

Pimpinan Pesantren La Tansa KH Adrian Mafatihullah Kariem dalam sesi renungan Mahabbah Alam menguraikan bahwa sesungguhnya Tuhan telah menciptakan alam semesta dengan tatanan keseimbangan yang sempurna, namun sayang manusia terus saja merusaknya. Sehingga bencana demi bencana datang silih berganti.

“Padahal Allah sudah menegaskan dengan jelas dalam Alquran, Wa laa tufsiduu fil ardhi ba’da islahiha (dan janganlah kalian melakukan pengrusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya),” tegas KH Adrian.

Ia menjelaskan bahwa sebelum Allah menempatkan keturunan Adam AS di muka bumi, Allah telah lebih dahulu menyempurnakan bumi ini sebagai sahabat untuk menemani keberlangsungan kehidupan manusia. Namun keserakahan dan kesombongan manusia telah membuat bumi rusak dan terluka.

Sam Bimbo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negeri yang apa saja ada. Gemah ripah loh jinawi. Harusnya kondisi ini bisa membuat Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam segala hal. Namun karena penghormatan terhadap alam selalu dinodai dengan kebijakan-kebijakan yang merusak alam maka generasi bangsa pun ikut dirusak dan dimiskinkan.

“Kita harus bangkit dengan mulai dari diri sendiri. Mulai dari hal sederhana yaitu dengan menjaga kebersihan di lingkungan terkecil masing-masing. Indonesia pasti akan bangkit, percaya sama saya,” ujar Sam Bimbo.

Ully Harry Rusady pun menyerukan kepada para santri agar mencintai lingkungan hidup sebagaimana mencintai manusia.

“Kita hidup di dunia pasti membutuhkan kebaikan alam, karena itu kita harus baik pada alam,” ujar kakak dari Paramitha Rusady seraya menanyikan lagu tentang alam berjudul Capung.

Jodhi Yudono dalam konsernya turut menyanyikan lagu anak-anak tentang alam, sehingga terjadi kehangatan di pesantren yang diapit gunung Gibas dan sungai Cibeurang.

“Keceriaan hidup manusia bergantung pada sejauh manusia menjaga keindahan. Kalau alamnya rusak, maka hidup manusia tidak akan ceria,” tukas musisi yang dikenal sebagai pencipta karya musikalisasi puisi.

Direktur Eksekutif RICE Chavchay Syaifullah menjelaskan bahwa Mahabbah Alam merupakan rangkaian acara yang dilakukan oleh pelbagai elemen masyarakat dalam gerakan lintas budaya yang bertema besar energi optimis bersama merawat bumi pertiwi.

Ketua Umum Magrib Raja Asdi menambahkan bahwa selain ada kegiatan Mahabbah Alam sebagai doa dan media introspeksi diri pada alam, ada juga kegiatan Studium Generale bertema Green Constitution: Masa Depan Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Profesor Jimly Asshiddiqie, ada juga Deklarasi Nasional Penyelamatan Lingkungan Hidup oleh para tokoh nasional lintas budaya, juga ada multievent seni budaya bertema lingkungan hidup yang akan digelar di berbagai daerah hingga Desember 2019.

“Kita harus kawal isu lingkungan hidup yang sedang mengalami banyak persoalan, jangan sampai tenggelam dengan isu-isu politik kepentingan jangka pendek,” tukas Raja.

COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *