Rion Five Menutup SIPA 2019

Spread the love

SOLO, poskita.co – Solo International Performing Art (SIPA) sebagaimana penyelenggaraan hari-hari sebelumnya, hari ketiga Sabtu (7/9) di Benteng Vastenburg SIPA 2019 menghadirkan live performance dari berbagai delegasi dalam maupun luar negeri, pameran budaya Korea, food truck, bazaar, merchandise, dan masih banyak lagi. “SIPA diharapkan bisa ikut membranding kota Solo sebagai kota seni pertunjukan. Selain itu, tema SIPA tahun ini Arts As A Social Action untuk merespon isu-isu global yang sedang marak tentang sampah plastik.

Di hari ketiga diawali dengan penampilan delegasi dari Medan, De Tradisi, menampilkan seni musik Rakut Sitelu, yaitu sistem kekerabatan masyarakat Batak. Dilanjutkan penampil dari Jepang, Senju Kabuki Dance Company yang menampilkan tarian Tomoyakko dan Tsukudasendo. Menceritakan A tomo yakko adalah seorang lelaki bujangan rendahan yang melayani samurai berpangkat tinggi, terutama dalam prosesi-prosesi kenegaraan, dan berikutnya dari delegasi dalam negeri, Folakatu Art Tidore, menampilkan tarian Body of Grecele, bercerita mengenai lautan yang membisiki para pemuda untuk selalu menjaga bumi.

Dilanjutkan Pooja Mani of the Arts and the Aesthetics Foundation and Pooja Bhatnagar of Bali. Pooja Bhatnagar berkolaborasi dengan Pooja Mani, Direktur The Arts & the Aesthetics Foundation (TAAF), India menampilkan tarian “saraansh Selaras” Tarian ini dimulai dengan doa singkat lalu Thumri, Trivat, Sargam dan diakhiri dengan Tarana. Selanjutnya Bunga Band yang berasal dari Jakarta. Menampilkan lagu ciptaannya berjudul “Perancah Rindu”. Disusul penampil Mila Art Dance dari Yogyakarta. Menampilkan tarian “Drupadi”, menyoroti hak mutlak wanita atas tubuhnya, atas kemerdekaannya dalam berpendapat, dan menentukan pilihan hidupnya.

Penampil selanjutnya Chinese Youth Goodwill Association dari Taiwan.  Menampilkan tarian “Spotlight of Taiwan” menggambarkan budaya minoritas di daerah pegunungan dan dekat perairan. Disusul dengan penampilan Atjeh Performing Art (APA) didirikan oleh akademi seni Aceh. Menyuguhkan tarian “The spirit of Geleng”, menggambarkan semangat masyarakat Aceh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penampilan terakhir dari Boyband Korea Selatan, Rion Five. Boyband di bawah naungan Narda Entertainment ini menampilkan lagu-lagu hitsnya dengan gerakan-gerakan energik dan memukau. Pada akhir pertunjukan Rion Five dilakukan pemukulan kenong sebagai tanda telah berakhirnya acara SIPA selama tiga hari. (Aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *