SIPA 2019, Seni Pertunjukan Sebagai Soft diplomacy

Spread the love

SOLO, poskita.co – Solo International Performing Art (SIPA) pagelaran seni pertunjukan masyarakat Solo kembali hadir pada 5 – 7 September 2019 pukul 19.00 – 23.00 WIB di Benteng Vastenburg Solo. Mengusung tema Arts As A Social Action, dalam  pertunjukannya tidak hanya menampilkan seni yang mengadaptasi isu sosial namun juga isu mengenai lingkungan hidup.

Direktur SIPA berharap penyelenggaraan SIPA tahun ini tidak hanya sekedar sebagai peristiwa seni saja tetapi ada tujuan khusus lainnya.

“Kami berharap rekan-rekan media untuk mewartakan ke seluruh penjuru dunia agar SIPA bisa semakin ikut membranding kota Solo sebagai kota seni pertunjukan. Selain itu, SIPA juga bisa menjadi bentuk Soft diplomacy sesuai dengan tema tahun ini  yaitu Arts As A Social Action  untuk merespon isu-isu global yang sedang marak yaitu tentang sampah, kami juga menghimbau tidak melakukan membuang sampah plastik,” jelas Ira (3/9) di Ramayana Resto Solo .

Maskot SIPA tahun ini, seorang penyanyi yang sedang naik daun dengan lagu Rindu Solo, Elisabet Sudiro. Seperti tahun tahun sebelumnya, maskot SIPA akan tampil pada opening ceremony yang menurut rencana akan dihadiri oleh duta besar Korea untuk Indonesia.

“Tahun ini kami bekerjasama dengan Korean Cultural Center (KKC) mereka akan memamerkan kebudayaan mereka, ada makanan khas korea, pakaian dan foto-foto tentang negara korea selama tiga hari,” jelas Ira.

SIPA 2019 akan menampilkan sekitar 23 delegasi  yaitu New Zealand, Japan, Taiwan, South Korea, India dan Indonesia. Sedangkan dari Indonesia sendiri diwakili sekitar 14 delegasi antara lain dari Solo, Riau, Palangkaraya, Jakarta, Cilegon Aceh, Bandung Medan, dan Yogyakarta.

“Dari delegasi negara  Taiwan akan menampilkan Century Contemporary Dance Company, berdiri sejak tahun 2000, ini adalah group tari yang sudah sejak lama ada di Taiwan, group ini beberapa kali tampil di berbagai negara seperti Inggris, New York, Jepang, Australia dan juga Austria. Group ini disponsori dan didukung oleh Kementrian dan kebudayaan sejak tahun 2005,” Ira menambahkan.

Masih seperti biasa SIPA masih menggunakan ikon dari Benteng Vastenburg dihiasi oleh artistik dari botol plastik yang dikumpulkan siswa-siswi SMP seluruh Surakarta.

“Jadi kami didukung oleh siswa-siswi SMP mereka mengumpulkan botol sampah plastik dan didaur ulang menjadi artistik yang indah  di panggung SIPA, kami menyediakan 5000 tempat duduk untuk penonton,” Jelasnya. (aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *