Jadi Maskot SIPA 2019, Elisabeth Sudira Ciptakan Lagu “Sukaria”

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Ke-11 kalinya, Solo International Performing Art (SIPA) akan digelar kembali. Hajatan Tahunan Pemkot Surakarta ini menurut rencana akan dilaksanakan 5-7 September 2019, di Benteng Vasterburg Kota Solo.

SIPA merupakan seni pertunjukan berskala internasional yang digagas oleh Ir. Joko Widodo beliau ketika itu masih menjabat sebagai walikota Solo tahun 2009. Setiap tahunnya SIPA hadir dengan nuansa yang berbeda, tahun ini mengusung tema “Art As A Social Action”. Tema tersebut dipilih karena seni pertunjukan yang disajikan dalam panggung SIPA tidak hanya sekedar dinikmati, juga bersifat lentur sehingga dapat mengadaptasi dan menyampaikan semua isu yang ada di dalam kehidupan bersosial, tidak semata-mata untuk ekspresi diri atau budaya juga hadir sebagai perwujudan gerakan-gerakan isu sosial yang berkembang saat ini.

Dalam jumpa Pers dan pemotretan maskos SIPA di nDalem Mloyokusuman Senin (17/6), Ketua panitia, Irawati Kusumorasri menjelaskan bahwa kehadiran SIPA diharapkan dapat menjadi ruang pertunjukan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya dan mengangkat isu-isu sosial.

“Di sisi lain, kehadiran SIPA juga untuk menjembatani isu-isu sosial yang dapat diwujudkan dalam suatu bentuk seni pertunjukan, juga sebagai sarana untuk mengkomunikasikan karya seni antara individu satu dengan individu lain, individu satu dengan sebuah kelompok atau sebaliknya, maupun kelompok satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

Maskot SIPA tahun ini adalah Elisabeth Sudira, mantan Putri Solo tahun 2010. Lahir di Kota Solo tahun 19 Januari 1991, Elisabeth atau yang akrab disapa Eliz telah menciptakan beberapa karya musik, salah satunya adalah lagu Rindu Solo sebagai lagu pertamanya yang dirilis tahun 2018.

Melalui lagu tersebut, Eliz ingin menyampaikan pesan untuk selalu mengingat Kota Solo kepada para pendengarnya, khususnya kepada orang-orang yang pergi dari Solo. Menurutnya, melalui hal tersebut ia dapat turut menunjukkan aksi sosialnya sebagai anak muda sekaligus seorang seniman dari Solo.

Di lingkungan tim pelaksana SIPA, Eliz memang bukan orang asing, karena dia sudah menjadi MC SIPA selama 7 tahun berturut-turut. Ketika ditanya wartawan, bagaimana perasaannya ketika terpilih sebagai Maskot SIPA, dia merasa sangat bangga dan bahagia.

“Dipercaya sebagai maskot SIPA sebuah kebanggaan yang luar biasa, dan tanggung jawab yang sangat besar, saya pribadi percaya bahwa seni itu mempunyai kekuatan yang maha dahsyat untuk menyentuh hati orang, untuk menghibur, menyemangati, kemudian juga membangkitkan gairah dan mimpi,” jelasnya.

Lebih lanjut Eliz menjelaskan lagu Rindu Solo yang dia ciptakan menurutnya melalui proses yang sederhana tetapi bisa menyentuh hati orang, dari situ terbukti bahwa musik kesenian itu mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk bisa menyentuh banyak hati.

Eliz bersama Tiga Musik secara khsusus memproduksi lagu yang didedikasikan untuk SIPA dengan mengusung judul “Sukaria”, lagu ini direncanakan akan rilis bersama dengan berlangsungnya acara SIPA 2019, jelasnya. (Aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *