Petani Kates Kalifornia di Ngruweng Menangis, Harga Tebasan Bluk..!!

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Nasib apes selalu dialami puluhan petani kates atau pepaya kalifornia di Dukuh Ngruweng, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten. Di saat menjelang lebaran dan saat lebaran, hasil penjualan tebasan kates berharap bisa tinggi, ternyata sebaliknya, bluk alias harga jatuh.

Para petani kates kecewa dan hanya bisa ngelus dada dengan jatuhnya harga jual kates per kilogramnya ke pedagang tebasan kates. Saat ditemui wartawan, Sabtu siang (8/6/2019), para petani mengaku hanya dapat uang tebasan Rp 2200 per kilogramnya.

Piye meneh, Mas. Harganya jatuh, bluk, harusnya bisa tembus Rp 4 ribu per kilonya. Ya, nasib-nasib, setiap masa panen pasti harganya jatuh. Ini petani kates panen dua kuintal lebih, tebasannya hanya Rp 2200 per kilonya,” ujar Suradi (46 th), petani kates Ngruweng.

Hal senada juga diungkapkan Juniyanto (45 th), warga Ngruweng yang bertahun-tahun mengelola budidaya kates jenis kalifornia sekitar 200 batang pohon kates. Untuk bisa panen kates, dari saat mulai menanam hingga panen, harus menanti sekitar 7 bulan. Dan selanjutnya akan memanen lagi sekitar 2-3 bulan dari kates yang masih muda sampai masak.

Kates kalifornia di Ngruweng harganya bluk, per kilo Rp 2200.

Juniyanto termasuk ulet, selain mengelola budidaya kates kalifornia, juga mempunyai ternak beberapa ekor kambing. Tapi tantangan saat ini, cuaca alamnya memang kurang bagus, sehingga banyak anak kambing atau cempenya pada sakit atau gering. Dan kadangkala cempenya banyak juga yang mati tak kuat cuaca.

“Nasib petani kates di Ngruweng Wiro ini memang menyedihkan, hasil tebasan tak sesuai diharapkan. Saya juga belum lama panen kates yang harga tebasan juga bluk. Setidaknya harga tebasan minimal Rp 3-4 ribu, ini malah jatuh. Kita juga susah, harga kates jatuh, situasi cuaca alam juga nggak bagus buat ternak kambing kami. Kates bluk, ternak kambing gering,” ujar Juniyanto.

Salah satu penebas kates di Ngruweng yang tinggal di Pajang, Makamhaji, Solo, Ardian (45 th), karena petani kates di Jawa Timur juga bersamaan panen, akhirnya harga jatuh. Kates ini akan dijual kembali di swalayan atau pasar modern, dan sebagian pasar tradisional. (Hakim)

Caption Foto HL:
Suradi bersama para petani kates Ngruweng sedang tunjukkan kates kalifornia yang dibeli Ardian (penebas kates).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *