SMPN 8 Gelar Upacara, Kedatangan Peserta dari  Luar Daerah

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Walaupun Sabtu tanggal 1 Juni tanggal merah, tetapi semua PNS wajib masuk dan harus mengikuti upacara pada peringatan hari kelahiran Pancasila. Tidak ketinggalan SMP Negeri 8 Surakarta yang berada di bawah pimpinan Triad Suparman MPd, juga melaksanakan upacara, di halaman sekolah dengan peserta upacara peserta didik kelas VII dan VIII beserta guru dan karyawan.

“Upacara kali ini ada pemandangan yang berbeda, karena kedatangan 2 orang peserta baru. Banyak peserta didik bahkan guru yang bertanya-tanya, dikira ada guru baru. Ternyata peserta baru itu merupakan ASN dari Palangkaraya dan Jawa Barat. Djoko Purnomo Adi Saputro merupakan ASN dari BIG  Badan Informasi Geospasial) Bogor, Cibinong, Jawa Barat. Sedangkan yang satunya atas nama Dra Suparmi berasal dari Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas)  Kalimantan Tengah,”  kata Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta kepada Poskita.co.

Mereka mengikuti upacara di tempat yang berbeda dengan alasan selain wajib, karena dengan jujur mereka mengatakan bahwa pembelian tiket mudik sudah berlangsung lama. Jadi tidak bisa diubah ke lain hari lagi. Pilihan jatuh ke sekolah ini kebetulan kakaknya bekerja di SMP Negeri 8 Surakarta, itu alasan Djoko yang asli dari Kemlayan Solo. Sedangkan Parmi yang kelahiran asli dari Sragen ini beralasan karena mempunyai teman kuliah kebetulan menjadi guru, jadi sekaligus reuni kecil-kecilan.

Menurut Parmi, walaupun baru pertama kali masuk di lingkungan SMP Negeri 8 Surakarta, sudah bisa menilai bahwa sekolah ini nyaman, enak dan sejuk sekali. Warga sekolah ramah-ramah, menyenangkan, terbukti saling sapa, menyampaikan salam bahkan senyumnya sangat mengesankan. Banyak guru yang penasaran dengan kedatangannya, jadi banyak juga yang menanyakan langsung alias berkenalan.

Perlu diketahui bahwa sebagai syarat mengikuti upacara di tempat yang berbeda yaitu wajib mengirimkan bukti telah mengikuti upacara bendera kepada atasan langsung, berupa foto diri mengikuti upacara. Apabila ada pejabat/pegawai yang tidak mengikuti upacara bendera, maka akan dikenakan pemotongan tunjangan kinerja sesuai dengan peraturan yang ada. Selain ada bukti foto juga ada formulir kehadiran pelaksanaan upacara Bendera memperingati hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2019.

Sebagai Pembina Upacara adalah Ch Endah Setyowati SPd, petugas upacara dari OSIS. Sambutan yang disampaikan Pembina Upacara adalah membacakan sambutan dari Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia).

Pada intinya Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa  buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

Harapan dalam merayakan hari kelahiran Pancasila ini adalah perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus. Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun  kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *