Sambut Pesta Demokrasi, DKV FSRD ISI Surakarta Gelar Aksi Media Graffiti Stensilan di Pasar Gedhe

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Dalam rangka menyambut pesta demokrasi lima tahunan, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Prodi DKV FSRD ISI Surakarta melalui aksi kreatif grafiti dengan teknik stensilan. Grafiti merupakan coretan-coretan pada media atau dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini cat semprot kaleng (pylox).

Aksi ini merupakan program Prodi DKV FSRD ISI Surakarta hasil kerjasama dengan Bawaslu Kota Surakarta. Aksi Graffiti untuk Pemilu Demokrasi, digelar Sabtu (13/4) di depan pintu masuk Pasar Gedhe, Surakarta, beraksi sekitar 40an mahasiswa dengan cat semprot (pylox) beraneka warna dalam media triplek berukuran besar 366 x 244 cm berlapiskan spanduk MMT.

Kalimat yang tertuang beragam dalam master grafiti stensilan berupa pesan persuasif dalam kertas A3 yang sudah dilubangi untuk mahasiswa dan masyarakat bisa menyemprotkan cat pylox di spanduk MMT. Isinya berupa Ajakan datang di TPS, anti hoax dan ujaran kebencian, pemilu damai, semangat toleransi, ajakan tolak politik uang, atau beda pilihan tetap bersatu, ajakan untuk tidak golput.

Selain itu, ada  konten persuasif seperti tema berbeda pilihan: Nadyan Bedo, Tetep Konco, Bedo Pilihan, Tetep Seduluran, Seje Dukungan, Tetep Kekancan, tema Anti Golput, seperti: Kemon Nyoblos Luur, Ayoo.. Sat-Set Nang TPS, Kulo Mboten Golput, dan tema lainnya kepada masyarakat agar menyukseskan pelaksanaan pemilu tahun ini.

Basnendar, dosen pembimbing, menyatakan media alternatif untuk menarik masyarakat agar lebih antusias dalam menyukseskan pemilu, khususnya pemilih pemula. “Media grafiti lebih mengena dengan karakter anak muda,” jelasnya.

Aksi kreatif juga sebagai ajang pre event DKV ACT #5, sebagai event besar tahunan mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta yang digelar pada tanggal 26-27 April 2019 nanti, diharapkan masyarakat luas, khususnya para pedagang, tukang becak, buruh pasar, tukang parkir, penjual asongan, dan profesi lainnya yang berada sekitar di Pasar Gedhe untuk menyukseskan pemilu agar terlaksana dengan damai, aman, jujur dan adil.

Selain aksi kreatif dan unik ini juga bertujuan sebagai media berekspresi baik mahasiswa dan masyarakat untuk lebih mengenal potensi bidang seni rupa dan desain, khususnya desain komunikasi visual. (Aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *