Curhat Suka Duka HI Selama Kampanye 

Spread the love

SUKOHARJO, POSKITA.co – Perjalanan menjadi wakil rakyat tidak mudah seperti dialami Calon Legislatif (Caleg) Partai Perindo, Henry Indraguna. Meskipun begitu, dia meminta masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V untuk cerdas dalam memilih Wakil Rakyat yang mereka anggap pas duduk di kursi legislatif pada pemilu 17 April 2019 nanti. Tegasnya lagi, masyarakat memilih bukan karena adanya iming-iming amplop.

“Masyarakat itu sudah sangat senang sekali bisa bertemu dengan wakil yang mereka pilih. Bisa foto bersama, bisa berbincang langsung sudah senang sekali. Jadi, pilihlah wakil rakyat yang benar-benar mereka yakini bisa bekerja untuk mereka nanti. Bukan memilih karena amplop,” terang Henry dalam konferensi pers di sebuah hotel di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (13/4/2019).

Masyarakat memilih wakilnya karena yakin calon yang mereka pilih itu nanti benar-benar mau bekerja dan tetap mau turun ke bawah. Namun di sisi lain, selama enam bulan dirinya turun langsung ke lapangan ternyata masih ada yang menanyakan pada dirinya tentang amplop dan memilih tapi pamrih amplop. Diakuinya, kondisi itu sempat membuat dirinya kecewa.

“Suka dukanya banyak banget selama saya berkampanye sejak bulan November hingga kini. Ada yang bilang sulit memberikan dukungan bila tak ada amplop. Sempat membuat saya kecewa, tapi setelah bertemu ulama dan tokoh masyarakat, saya pun kembali optimis,” terangnya.

Caleg yang unik dengan slogannya pastinya pahit manis dirasakan di dapil V. Mulai dari membentuk tim kampanye yang solid hingga blusukan di Dapil V. Bahkan menjadi kenangan yakni sempat naik ke daerah terdekat dari mulut Gunung Merapi, saat Gunung teraktif di pulau Jawa ini tengah erupsi.

“Waktu di Bandung dan Jakarta, saya itu kalau makan sukanya pilah-pilih dan makan di restoran. Tapi sekarang tidak. Doyan makan segalanya dan makan lesehan di sawah pun saya sekarang tak masalah. Terus sekarang saya doyan sama tiwul,” terangnya.

Selama enam bulan dirinya bisa paham makna blusukan yaitu belajar ikhlas dan belajar melayani. Henry optimis duduk di parlemen dengan perjuangan keras selama enam bulan yang tak kenal lelah ini. Henry pun mengaku sudah siap dan ikhlas, bila dirinya tak terpilih menjadi anggota dewan. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Pengacara Henry Indraguna caleg unik dalam konferensi pers di sebuah hotel di Solo baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (13/4/2019). Bahkan saat menerima penghargaam dari Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *