Fitri Sutanti: Pengrajin APE Butuh Pinjaman Lunak dari Perbankan

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Tantangan dan persaingan dunia usaha di era milenial semakin ketat. Namun hal ini tak menyurutkan nyali Fitri Sutanti (34 th), menekuni wirausaha sebagai produsen usaha pembuatan alat peraga edukasi (APE).

Bersama suaminya, Dedi Dwiyanto (40 th), menggeluti usaha APE sejak tahun 2000 yang beralamat di Kunden, RT 15/RW 06, Desa Jetiswetan, Kecamatan Pedan, Klaten. Sekitar 30 warga di sekitarnya juga banyak menekuni pembuatan APE dan semua tetap eksis sampai saat ini.

Saat ditemui wartawan, Sabtu siang (16/3/2019), Fitri mengaku adanya kendala permodalan. Terkadang ada pesanan banyak, tapi modal pembelian bahan tidak ada. Akhirnya dengan berbagai kiat atau trik bisnis, dia bisa melayani pesanan.

“Memang selama ini marketing sudah terbangun dan tanpa kendala, hanya saja permodalan yang sering menjadi kebingungan para pengrajin APE di sini. Mau gimana lagi, kalau pas sepi, sepi beneran pembelian. Tapi pas musim sekolah, laris manis,” ujar Fitri.

Selama ini, usahanya ada outdoor dan indoor yang ditempatkan di Dukuh Gentan, Desa Ngaren. Sejumlah produk yang dibuat antara lain ayunan anak-anak, jembatan, titian, peluncur fiber, playground, segala puzzel sekolah TK, balok dan lainnya.

Edy Susanto, tetangganya sedang melihat-lihat ayunan produk Fitri yang dijual di teras rumahnya.

Marketingnya kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Belum lama dengan Disdik Kabupaten Karanganyar, Sragen dan pengelola lembaga TK/Paud. Juga dari para guru dan jejaring lainnya juga telah terbangun mitra kerja.

Bersama suaminya Dedy Dwiyanto, usaha produksi APE dikembangkan. Dari pernikahannya dengan Dedi, Fitru mempunyai 2 putra, yaitu Zahra (6 th) dan Kirana (5 bln). Karyawannya ada sekitar 5-6 orang yang tinggal di sekitar rumahnya.

“Alhamdulillah, usaha kami sudah berstandar SNI atau Standar Nasional Indonesia sejak tahun 2017. Hal ini ikut memotivasi kami dalam bekerja. Kalau di Klaten, kami terkadang juga diundang acara pameran produk, seperti di gedung wanita Klaten dan agenda pameran lainnya. Mohon pihak perbankan bisa berikan pinjaman lunak, agar para pengrajin tetap eksis,” harap Fitri. (Aha)

Caption Foto HL:
Fitri Sutanti saat ditemui wartawan dalam bersusah payah kembangkan bisnis produksi APE. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *