Galaska Deklarasi Sekolah Berbasis STEM

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Surakarta (Galaska) Kucisti Ike Retnaningtyas Suryo Putro, mendeklarasikan sekolahnya, sebagai sekolah berbasis STEM atau Science – Technology – Engineering and Mathematic.

Secara simbolik, deklarasi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati, SH, MH, dalam sebuah perayaan sekolah bertepatan dengan HUT Galaska ke-40, di halaman SMP Negeri 13 Solo, pada Kamis (14/3/2019).

Acara yang berlangsung meriah ini, tak hanya diisi dengan potong tumpeng dan pembukaan selubung prasasti Sekolah Berbasis STEM, namun juga diwarnai dengan berbagai atraksi dari siswa, mulai dari musik, tari, pantomim dan seni bela diri.

Menurut Kucisti Ike, pendeklarasian Galaska sebagai Sekolah Berbasis STEM, sebagai langkah untuk ikut menyongsong revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang bergerak di berbagai belahan dunia.

Pembelajaran dengan basis STEM harus dimulai dari saat ini dan tidak boleh ditunda lagi.

“Kami nekat mendeklarasi, karena kami mencoba inovasi-inovasi yang telah kami pelajari dalam Diklat selama 2 kali yang expertnya didatangkan dari Jepang, namanya Prof Kumano. Sangat rugi bila ilmu yang kami dapat, tidak kita terapkan mulai saat ini di sekolah kita,” tandas Kucisti Ike, saat memberi pengantar jelang deklarasi.

Dikatakan Kucisti, dalam pembelajaran berbasis STEM, para siswa akan menjadi bintang di kelasnya dan tidak lagi guru yang menjadi bintang.

Apa itu STEM? Menurut Kucisti, adalah peningkatan pembelajaran yang mengkombinasi STEM, karena STEM tidak jauh dari PBL (Problem Based Learning). Jadi, Speaking Not So Teaching and Listening Not So Learning. Apakah sekolah ini sudah hebat, koq bergaya dengan deklarasi STEM, jawabnya tidak. Justru baru mengawali, guru dan siswa saling mengembangkan.

“Beberapa contoh, antara lain pembuatan baju jumputan yang saya pakai ini hasil karya STEM SMP 13, ada juga Ekoprint, ada juga robotic dan sebagainya,” tutur Kucisti Ike. Intinya, Kucisti meminta restu, agar para siswa bisa menghadapi tantangan zaman ini.

Sementara itu, kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati, SH, MH, membawa kabar penting bahwa lokasi sekolah SMP Negeri 13 yang mempunyai dua tempat, masing-masing di Jalan Urip Sumoharjo dan di Widuran yang berdampingan dengan GBI Keluarga Allah akan segera dipindah untuk dijadikan satu.

“Pak Wali, Pak Rudi sudah sepakat, SMP 13 ini akan dipindah ke bekas SMP 27 yang berada di dekat Balaikota. Mungkin gedung sekolah ini akan jadi Kantor Satpol PP dan gedung di Widuran, karena merupakan cagar budaya akan dijadikan kantor Kalurahan Kepatihan,” tandas Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati, SH, MH, saat memberi sambutan.

Etty Retnowati, SH,MH, berharap SMP Negeri 13 akan terus berkembang dan menjadi pelopor dengan deklarasi sekolah berbasis STEM. (Udi H. Djamil)

Caption Foto:
Suasana deklarasi SMP Negeri 13 Surakarta sebagai sekolah berbasis STEM, yang dibarengkan dengan perayaan hari jadi Galaska ke-40, Kamis (14/3/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *