Jelang USBN, Operator SD Jangan Salah Tulis Dapodik

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Sejumlah 123 orang yang terdiri kepala sekolah, guru kelas 6 dan operator sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) Korwil Pendidikan Kecamatan Trucuk, Klaten, mengikuti sosialisasi pendataan peserta ujian sekolah berstandar nasional (USBN) 2018/2019 di aula korwil setempat, Jumat pagi (28/12/2018).

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Trucuk, Drs Samento MMPd menyatakan, dalam persiapan USBN, 41 SD se Kecamatan Trucuk harus siap dan segala sesuatu terkait USBN sejak dini dipersiapkan.

Tentang verifikasi data, sistem penilaian ujian, analisis hasil tryout, biodata atau identitas siswa kelas 6 dan informasi lainnya. Kata Samento, untuk data siswa tetap mengacu pada tulisan di akta kelahiran. Kalau salah tulis huruf, misalnya harusnya Samenta ditulis Samento, itu harus diluruskan.

“Jangan sampai salah menulis yang harusnya Samento ditulis Samenta. Harusnya ditulis Sarwana malah ditulis Sarwono. Soal nama siswa harus dicermati oleh para petugas operator data siswa. Salah huruf satu saja bisa runyam atau bermasalah,” jelas Samento.

Sementara Korwil Pendidikan Kecamatan Trucuk, Mulyadi SPd MPd, dengan sosialisasi ini akan memberikan pencerahan bagi kepala sekolah, guru dan operator sekolah dengan mencermati 11 item penting. Dapodik atau data pokok peserta didik, jangan sampai salah tulis dan nanti tanggal 10 Januari 2019 akan dikeluarkan Dapodik tingkat SD se Klaten.

Ketua K3S Trucuk, Drs Samento MMPd, sampaikan info seputar USBN dan Dapodik.

Sejak dini, diharapkan data peserta didik sudah terverifikasi dan saat memasuki kelas 6 sudah clear. Karena sifatnya urgens, maka tidak boleh asal ketik huruf data. Harus sesuai akta kelahiran dan kalau ada nama orang tua harus pakai gelar, maka perlu ada surat pernyataan ditandatangani di atas materai.

“Ada tiga hal utama penulisan dapodik sesuai akta kelahiran yang jangan sampai salah tulis, yaitu nama anak, nama orang tua dan tempat tanggal lahir anak. Ini untuk validasi data akurat dan kita harapkan mulai kelas 4 atau kelas 5, sudah diverifikasi,” ujar Mulyadi. (Aha)

Caption Foto:
Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Trucuk, Mulyadi SPd MPd, bersama kepala sekolah, guru kelas 6 dan operator ikuti pembinaan dan sosialisasi USBN. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *