Guru, Siswa dan Kades Aksi Stop Bullying Anak di CFD Klaten

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Ratusan warga bersama pelajar di Klaten, tampak larut dalam aksi damai kampanye anti kekerasan terhadap anak di gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Pemuda Klaten, Minggu pagi (9/12/2018).

Ikut aksi tolak bullying ini antara lain warga Desa Sobayan (Kecamatan Pedan), guru dan pelajar SMP Negeri 2 Prambanan, SMPN 2 Jatinom, SMPN 3 Klaten, SMPN 6 Klaten dan elemen lainnya. Selain ada orasi, juga ada senam sehat Maumere dengan arahan seorang peserta aksi stop bullying pada anak.

Kurnia Catur Sari SPd, guru seni budaya di SMPN 2 Prambanan, saat ditanya wartawan sangat prihatin dengan nasib sebagian anak negeri yang diduga masih mendapatkan perilaku kekerasan dari oknum orangtua atau pun dari oknum siswa atau guru.

“Ya, semoga dalam dunia pendidikan tak terjadi aksi kekerasan pada siswa, misalnya gara-gara tak kerjakan PR, ada oknum guru yang marahin atau nempeleng siswa di depan kelas atau membullying siswa. Stop bullying anak,” ujar Kurnia Sari.

Kata Kurnia Sari, Dinas Pendidikan Klaten sangat mendukung program pencegahan bullying dalam memperingati Hari Anak Kabupaten Klaten Tahun 2018. Gerakan kampanye stop bullying dilakukan selama 20 hari, mulai 20 November sampai 10 Desember 2018.

Sementara itu, Kepala Desa Sobayan Ruwi Handayani bersama Bidan Maya dan warga setempat, merasa senang dalam aksi stop bullying di acara CFD Klaten. Dengan semakin disuarakan lapisan masyarakat, perilaku kekerasan pada anak-anak akan semakin berkurang.

Desa Layak Anak Desa Sobayan, Pedan, dipimpin Kades Ruwi Handayani, aksi stop bullying di CFD Klaten.

Bagi Ruwi, anak-anak di era milenial ini jangan sampai dikerasi oleh para orangtua, akan tetapi bisa didampingi dan diarahkan dengan cara-cara arif bijaksana. Kalau jaman dulu, anak-anak suka ditakut-takuti orangtua, bahkan sampai dimarahin jika tidak jujur.

“Jaman sudah berubah, maka anak-anak sebagai generasi emas, jangan justru kembali seperti era Siti Nurbaya, tertindas. Anak-anak kita eksplore raih cita-cita tanpa ada unsur kekerasan. Kalau ada yang kurang baik perilaku anak, kita arahkan dengan pendekatan bijak,” pesan Ruwi.

Di Klaten, ada 9 Desa Layak Anak (DLA) yang ikut dalam aksi stop bullying, selain Desa Sobayan Pedan, juga ada Gaden (Trucuk), Titang (Jogonalan), Jabung (Gantiwarno), Tonggalan (Klaten Tengah), Gatak (Delanggu), Sentono (Karangdowo), Tlogo (Prambanan) dan desa Ngabeyan (Karanganom). (Aha)

Caption Foto;
Siswa SMPN 2 Prambanan didampingi Kurnia Sari saat aksi stop bullying di CFD Klaten, Minggu pagi (9/12/2018). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *