Rukunnya Sekolah Satu Atap, SMPN 5 dan SDN Kendal Rejo

Spread the love

Solo, (poskita.co) – Satu-satunya di kota Solo, keberadaan sekolah satu atap antara sekolah SD dan sekolah SMP dapat berjalan dengan baik dan bersinergi. Hal itu terjadi di SMP Negeri 5 yang baru saja pindah ke lokasi baru di daerah Mojosongo, dengan SD Negeri Kendal Rejo. Kegiatan belajar mengajar di dua sekolah beda strata itu, ternyata dapat berjalan rukun dan bersinergi.

Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Selasa pagi (4/12) melakukan sidak di lokasi sekolah satu atap tersebut. Sebagaimana diketahui, pembangunan SMP Negeri 5 yang baru, di daerah kecamatan Mojosongo, secara fisik hampir rampung. Ini untuk menampung para siswa yang pindah dari lokasi sekolah sebelumnya di kawasan Pasar Pon. Anggarannya cukup besar yaitu Rp 29 miliar dan dikerjakan secara bertahap.

Uniknya, sekolah ini menjadi satu atap dengan SDN Kendal Rejo, yang sudah ada sebelumnya di daerah tersebut. SD ini hanya memiliki dua lokal atau dua kelas. Ketua Komisi IV, Paulus Haryoto menjelaskan, keberadaan sekolah satu atap yang dimulai tahun ini sudah berjalan lancar. Harmonis dan saling bersinergi. Kedua sekolah itu, meski beda tingkatan, tapi bisa menyatu dan saling bekerja sama. Misalnya saja saat melakukan upacara bendera, atau dalam sejumlah kegiatan sekolah lainnya.

“Begitu juga dengan guru-gurunya. Mereka semangat mengajar. Saling bekerja sama dan bersinergi. Walau pun mereka memiliki kegiatan belajar mengajar yang berbeda di masing-masing sekolahnya,” ujar Paulus kepada wartawan.

Begitu juga dijelaskan Wakil Ketua Komisi IV, Asih Sunjoto Putro, menyatakan bahwa lingkungan yang baru bagi para siswa SMP 5 ke lokasi sekolah baru tidak mengalami kendala berarti. Begitu pun dengan keberadaan gedung sekolah yang menjadi satu atap dengan SDN Kendal Rejo.

“Bahkan siswa SDN Kendal Rejo yang saat ini hanya memiliki dua kelas, untuk melanjutkan jenjang sekolahnya akan diprioritaskan masuk ke SMP 5 nantinya. Tapi tetap tidak menutup SD lainnya juga dapat masuk di SMP tersebut,” kata Asih.

Sama-sama berada di sekolah yang baru, hasil monitoring Komisi IV ke lokasi juga menampung sejumlah keluhan diantaranya, letak sekolah yang sangat dekat dengan jalan ring road yang dilewati kendaraan dengan laju yang sangat cepat. Hal ini perlu antisipasi keamanan dan kenyamanan anak saat pulang sekolah.

“Komisi IV akan mengusulkan kepada Dishub untuk membantu mengamankan lalu-lintas dengan mengerahkan petugas saat jam pulang sekolah. Selain itu, perlu juga dipasang rambu-rambu lalu-lintas, zona selamat sekolah, mau pun lampu kedip di sana. Saya rasa ini sangat penting,” kata Paulus lagi.

Sementara, keluhan bau tak sedap akibat cukup dekatnya lokasi sekolah dengan TPA Putri Cempo, akan terus dievaluasi, untuk dicarikan solusinya. Apalagi ini memasuki musim penghujan.

Komisi IV DPRD Solo juga melakukan sidak di SMPN 17, Sumber. Gedung sekolah yang sedang dalam tahap pembangunan dengan anggaran senilai Rp 13 M, sudah berdiri konstruksi kokoh bangunan sesuai dengan yang diinginkan. Yaitu dibuat lebih tinggi dan menjulang tiga lantai.

“Ini untuk mengantisipasi berbagai keluhan yang masuk, kaitannya dengan sering banjirnya sekolah ini,” kata Asih.

Rencananya, pembangunan gedung SMPN 17 akan dilakukan bertahap, dan dipastikan rampung di tahun 2019. (endang paryanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *