Pernyataan Capres Prabowo Subianto Mengundang Reaksi

Spread the love

SOLO (Poskita)- Merasa dirugikan, sebagian masyarakat bereaksi atas pernyataan calon Presiden Prabowo Subianto. Munculnya hastag Tegar#SaveTampangBoyolali, bisa jadi sebagai ungkapan rasa kecewa atas pernyataan Calon Presiden Nomor Urut 2 tersebut ketika berpidato di Posko Pemenangan di Kecamatan Banyudono, Boyolali beberapa waktu lalu.
Hastag itu menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Nusantara Jokowi 2 Periode (RNJ2P), Diah Warih Anjari, sebagai bentuk kekecewaan warganet atas video viral calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang diunggah oleh warga beberapa waktu lalu.
Kekecewaan warga Boyolali diawali ketika Prabowo meresmikan posko pemenangan di Kecamatan Banyudono, Boyolali, pada (30/10), berpidato di hadapan pendukungnya tentang kesenjangan sosial di masyarakat. Dalam video tersebut Prabowo berkata, mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini.
Pernyataan tersebut, lanjut Diah Warih, juga mengundang reaksi keras bagi warganet dan warga perantauan kelahiran Boyolali. Bahkan Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian dilaporkan warga Boyolali ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.
Prabowo dilaporkan dengan Pasal 4 junto Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000.
Kontra atas pidato Prabowo tidak hanya dilakukan warga perantauan kelahiran Boyolali. Untuk menunjukkan protes apa yang telah dilakukan Prabowo, ribuan warga yang tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat (FBB) juga menggelar deklarasi Boyolali Bermartabat di Balai Sidang Mahesa, Minggu (4/11).
Prabowo dalam pidato ”Tampang Boyolali”, kata Diah Warih yang juga sebagai Direktur Yayasan Diwa Center, sangat jelas menggunakan politik rasis. Prabowo sebagai capres, lanjut Diah Warih, tidak sepatutnya menggunakan politik yang membedakan ras.
”Memanfaatkan politik rasis dapat menimbulkan perpecahan dan mengancam NKRI. Lebih baik menunjukkan sikap kesatria dengan meminta maaf secara terbuka kepada warga Boyolali,” jelasnya. (anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *