Jurnalis Ari Tri Berpulang Dunia Pers Soloraya Berduka

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Kabar duka kembali menyelimuti kalangan pers di kawasan Soloraya. Salah seorang wartawan senior yang akrab disapa Nyik Ari berpulang setelah bergulat dengan sakitnya dalam waktu beberapa minggu terakhir. Sosok yang bernama lengkap Ari Tri Cahyaningsih itu meninggal dunia dalam usia 40 tahun, pada Rabu (31/10/2018) pukul 23.41 WIB.  Selanjutnya jenasah dimakamkan pada Kamis (1/11/2018) di Pemakaman Desa Kalitan, Kertonatan, Kartosuro Kabupaten Sukoharjo.

Menurut penjelasan Untoro Jati, suami mendiang Ari Tri Cahyaningsih kepada Wartawan poskita.co, Udi H. Djamil, di rumah duka, Ari sudah merasakan sakit dalam sebulan terakhir, kaki kirinya terasa sakit tapi tetap beraktifitas melakukan liputan.

“Dalam enam hari terakhir, dia sudah tak bisa berjalan. Hari Minggu sempat therapy kaki, tak menyangka dia meninggal secepat ini. Banyak temen-temen yang kaget mendengar kabar ini,” tutur Untoro Jati, di rumah duka yang beralamat di Purwogondo 03/01 Kalitan, Kertonatan, Kartosuro.

Mendiang Ari Tri Cahyaningsih yang meninggalkan satu anak laki-laki bernama Jagad Bimo Samudro, yang masih bersekolah di Pra PAUD ini, dikenal sebagai wartawan yang berdedikasi tinggi dalam tugasnya.

Salah satu rekan mendiang Nyik Ari yang bertugas di Boyolali, Agus Saptono menuturkan, bahwa terakhir dirinya bersama Ari liputan di Cepogo dua minggu sebelum meninggal, padahal saat itu kaki kirinya sudah terlihat sakit.

“Hari Minggu kemarin saya sempat tilik dan mengaku sudah mending habis terapi dan merasa terhibur temannya pada tilik,” ujar Agus Saptono.

Karier kewartawanan Ari Tri Cahyaningsih memang hampir seluruhnya berada di Kabupaten Boyolali. Sejak menjadi wartawan Koran Bengawan Pos tahun 2000 hingga menjadi Kontributor TATV hingga akhir hayatnya, Ari Tri Cahyaningsih bertugas di Boyolali.

Dikalangan rekan-rekannya sesama Wartawan, Ari Tri Cahyaningsih dikenal supel dan mudah bergaul. Kepergiaan yang begitu cepat dari sosok Ari Tri Cahyaningsih memang mengagetkan rekan-rekannya. Tak heran bila kepergian Ari Tri Cahyaningsih ke Rahmattullah memunculkan kesedihan dari rekan-rekan seprofesinya.

Suasana duka di kediaman mendiang Ari Tri Cahyaningsih terlihat terus dikunjungi para pelayat. Para kolega terutama dari kalangan media massa di Soloraya tampak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa bela sungkawanya.  Terlihat juga para pejabat serta beberapa tokoh masyarakat yang mengenal mendiang Ari Tri Cahyaningsih hadir bertakziah menghaturkan bela sungkawa.

Jenazah Ari Tri Cahyaningsih dimakamkan sekitar pukul 13.00 didahului dengan upacara pemberangkatan jenazah.

Selamat Jalan, rekan Ari Tri Cahyaningsih, semoga segala amal ibadahmu diterima disisi Allah Swt. (Udi H Djamil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *