SMPN 2 Kalijambe Sragen:  Mendongeng, Membatik,  Hingga Meluncurkan Roket Air

Spread the love

Sragen (Poskita.co)

Kegiatan inovatif dan kreatif. Ada yang lomba dongeng, di kelas lain lomba cerdas cermat, lomba tenis mejad, lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an  (MHQ) atau murotal, hingga  siswa-siswi ikut workshop batik tulis. Lebih asyik lagi, ada hiburan meluncurkan roket air karya siswa-siswi setempat.

Mendongeng Roro Jonggrang

Puspita Nugraheni, kelas  6 dari MIN 7 Sragen, terlihat serius mendongeng tentang Roro Jonggrang. Dengan membawa perlengkapan spanduk untuk ilustrasi bergambar candi Prambanan. Hal ini menambah daya tarik cerita Roro Jonggrang yang dibawakan Puspita.

Sementara di kelas lain, Richa Nafis, kelas 6 dari MI Sudirman Dersono, melantunkan  Surat Al ‘Alaq. Ia begitu fasih melantunkan ayat-ayat Al-Quran sehingga membuat dewan juri dan peserta yang hadir  hening dan khusuk mendengarkan.  Richa  mengikuti lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ).

Di halaman sekolah, siswa-siswi bergerombol mengelilingi  sebuah kain, dimana kain tersebut sudah ada motifnya yang siap untuk dibatik.  Para siswi begitu antusias mengikuti instruksi guru tentang langkah-langkah untuk menghasilkan batik tulis.  Usai diberi warna dasar, tahap berikutnya dengan menggunakan canting  yang diisi malam, untuk menghasilkan karya batik yang elok.

Musabaqoh Hifdzil Qur’an

Destria Pangesti, siswi SMPN 2 Kalijambe, yang ikut workshop batik tulis, mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.

“Pada mulanya, membatik memang sulit. Tetapi, dengan ketekunan dan ketelatenan, akhirnya bisa menghasilkan karya batik,” kata Destria.

Kepala SMP N 2 Kalijambe Sragen, Suharno SPd MPd menyatakan, kegiatan dimulai pagi hingga selesai. Apel pembukaan dengan atraksi Paskibra, dilanjutkan lomba LCC, mendongeng, Murotal, tenis meja hingga workshop batik tulis.

“Sebagai hiburan, ada peluncuran roket air,” kata Suharno saat ditemui Poskita.co di kantornya.

Dikatakan Suharno, acara ini digelar dalam rangka HUT ke-20 SMPN 2 Kalijambe, Sragen. Lomba diikuti siswa-siswi dari tingkat SD/MI, hal ini sekaligus mengenalkan lingkungan sekolah dan kegiatan-kegiatan SMP Negeri  2 Kalijambe. Sekolah ini terletak di Donoyudan, Kalijambe, Sragen.

Workshop batik tulis

“Ke depan, sekolah kita sejajar dengan sekolah kota dalam berbagai hal. Nilai-nilai keagamaan juga kita pertebal, agar imbang antara akademin dan non akademis,” kata Suharno.

Johan Wahyudi, guru Bahasa Indonesia, yang telah memiliki prestasi di tingkat nasional,  mengungkapkan walau sekolah berada di pinggiran, tetapi berusaha tampil inovatif dan kreatif di segala hal.  Untuk lomba MHQ dimaksudkan agar siswa rajin membaca Al Quran, dan harapannya dapat meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

“Sekolah ini terletak 40 km dari kota Sragen, sekolah pinggiran, berbatasan dengan Boyolali. Kami ingin menunjukkan eksistensi sekolah kami, bahwa kami bisa dan berbeda, memiliki prestasi yang tak kalah dengan sekolah kota,” kata Johan Wahyudi.

Meluncurkan roket air

Pada hari itu juga, siswa-siswi sudah belajar berwirausaha. Ada yang berjualan  minuman sirup dengan es serut, yang lain jualan lotis. Ini membuktikan, sekolah ini mencoba untuk menghasilkan calon entrepreneurship. Harapannya, lulus sekolah bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan menghasilkan wirausaha mandiri.

Luar biasa, bukan? Sekolah pinggiran, tetapi prestasi dan inovasinya tak mau kalah dengan sekolah yang berada di perkotaan.

COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *