KH Sutomo Ridwan, Ulama Penyejuk Masyarakat Klaten Meninggal Dunia

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Klaten berduka, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kalangan pondok pesantren dan pendidikan. KH Sutomo Ridwan (72 th), sosok ulama NU yang dikenal gigih dalam berdakwah, meninggal dunia di RSI Klaten, Selasa petang (9/10/2018).

Almarhum yang purnatugas dari guru PNS bidang studi matematika di MTs Roudlotus Sholihin Ceper ini, meninggalkan seorang istri, Hj Muyasaroh (63 th) yang juga pensiunan guru SDN 1 Jonggrangan. Kiai Sutomo mempunyai 4 putra, Halimah Sa’diyah, M Alvian Khoirum Makmun dan Muhammad Syukron Al Jufri.

Demikian tadi dikatakan KH Sunyoto Ridwan (63 th), kakak almarhum saat ditemui wartawan Selasa malam di rumah duka, Ngaran, RT 03/RW 02, Mlese, Ceper, Klaten. Sakit yang diderita adiknya, jelas Sunyoto, sudah dua bulan ini dirasakan.

“Adik saya dibawa ke RSI Klaten, Sabtu pagi, 6 Oktober 2018 dan Selasa malam, 9 Oktober sekitar pukul 20.00 WIB meninggal dunia. Dan akan dimakamkan Rabu siang, 10 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB di makam Kepoh, Ngaran. Semasa hidupnya memang berjuang syiar Islam dan aktif memberikan pengajian di berbagai majelis taklim,” ujar Kiai Sunyoto.

Almarhum mempunyai 4 cucu yang ditinggalkan, yaitu Mazaya Fikrotil Aimmah, Muhammad Daffa Dziyaul Haq, Ulfia Qurrata A’yun dan Muhammad Quthbie Zayan. Ratusan warga tampak tuguran melayat usai almarhum dimandikan atau disucikan keluarga.

Melalui ponselnya, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, atas nama Pemkab Klaten mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya sosok ulama NU, tokoh pendakwah ajaran Islam di wilayah Klaten dan luar Klaten.

Bupati Sri Mulyani mengakui sangat mengenal sosok almarhum yang sering hadir dan memimpin majelis dzikir atau doa bersama di rumah dinas Bupati, mulai era Bupati H Kasdi sampai era Bupati Klaten yang saat itu bupatinya H Sunarno SE MHum. Setiap wejangan atau petuahnya, selalu meneduhkan hati masyarakat.

“Saya atas nama Pemkab Klaten mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak KH Sutomo Ridwan. Meskipun dalam keadaan sakit, almarhum tetap menghadiri undangan hajatan warga dengan memberikan materi dakwah. Setiap petuahnya selalu menyejukkan hati,” kesan Bupati Sri Mulyani. (aha)

Caption Foto:
Para Santri sedang mensholatkan usai almarhum disucikan, Selasa malam (9/10). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *