SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta Gelar “Aku Anak Cerdas dan Berprestasi”

Spread the love

Solo (Poskita.co)

Sekolah yang berkarakter bukan hanya menghasilkan siswa cerdas semata, tetapi menampung minat dan bakat siswa untuk dipentaskan ke hadapan publik.

“Kanisius semakin di hati anak Indonesia. Anak-anak semakin senang dalam belajar,  semakin berkarakter, dan berprestasi. Berbagai potensi siswa digelar dalam pentas seni,” kata T. Kartini, ketua panitia, open house SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta,  kepada Poskita.co, Minggu (7/10/2018).

Grup Band SD Kanibon 02

Menurut Kepala SD Kanisius Keprabon 02 Sutrisno SPd,  open house dimaksudkan  untuk memberi ruang kreativitas kepada anak-anak SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta.

“Siswa memiliki banyak potensi. Potensi dan bakat digelar melalui ajang open house, menari, solo vokal, paduan suara, grup band, dan sebagainya. Kami juga menggandeng TK Kanisius Purbayan untuk unjuk kebolehan di event ini. Orangtua dan siswa juga dapat melihat karya-karya putra-putrinya yang dpamerkan,” kata Sutrisno kepada Poskita.co.

Acara semakin meriah adanya  pentas seni mulai dari tari kontemporer, puisi, hingga grup band  dari siswa-siswi SD Kanisius Keprabon 02, serta dari TK Kanisius Purbayan berupa solo vokal, tari dan koor.

Grup band SD Kanisius Purbayan 02 membawakan lagu Something just like this dan Let it go. Mereka terdiri Angel, Samantha, Namora, dan Kevin (vokal), Jorel (drummer), Naomi (gitar), Freya (gitar), Hiskia (drummer), Cheryl (bass gitar), dan Liora (keyboard).

Dalam kesempatan yang sama, Jocelyn (vokal), Naomi (gitar) dan Dio (keyboard), membawakan Menunggumu dan Million Dream.

Hiburan yang tak kalah menarik untuk anak-anak, lempar kaleng, mancing kolam hadiah dan memanah.  Mereka hanya membeli tiket seharga Rp 2.000.

“Asyik, pasti dapat hadiah,” ujar Rosi, siswa kelas 3 yang juga pentas menari.

Karya siswa yang dipamerkan di antaranya mozaik, tempat pensil dari botol bekas, layang-layang lukisan, dan lainnya.

Evan, kelas 5, dalam goresan bercerita tentang keberagaman masyarakat Indonesia. Caca membuat karya unik dari batu yang dilukis, dan disusun menjadi karakter orang yang ekspresif.

Sementara Ketua panitia Diah Kumolowijayanti, menyatakan anak anak TK B dari berbagai daerah di Surakarta mengikuti berbagai lomba seperti berhitung, mewarnai dan logika gambar.

“Mereka yang menang mendapat hadiah piagam, piala dan uang pembinaan,” kata Yaya, panggilan akrabnya.

COSMAS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *