Uniba Gelar Symposium ISORIS ’18

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Sebuah symposium bertaraf internasional, digelar oleh Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta, dengan menggandeng Perguruan Tinggi dari negeri jiran yaitu Universitas Teknikal Malaysia Melaka. Tujuan utama symposium ini adalah untuk memfasilitasi para akademisi, untuk menyalurkan karya-karya ilmiahnya di level internasional.

Universitas Islam Batik Surakarta (Uniba) menggelar event internasional di kancah perguruan tinggi dalam sebuah pertemuan bertitel ISORIS 18 atau International Symposium on Research in Inovation and Sustainability 2018.

Para dosen, akademisi dan pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Soloraya antusias dalam keikutsertaannya di event kali ini. Kegiatan ini berlangsung selama sehari pada 4 Oktober 2018 di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo Kota Solo.

Hadir membuka acara ini adalah Ketua Yayasan Pendidikan Batik Surakarta, H. Solikhul Hadi Ahmad Bakri, disaksikan juga oleh Rektor Unversitas Islam Batik Surakarta, Dr. Pramono Hadi S, M.Si. Sementara dua narasumber bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Datuk Dr. Muhammad Razali Muhammad dari Universitas Teknikal Malaysia Melaka dan Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Kuswandi Tirtodirjo.

Ketua Pelaksana ISORIS 2018, Dr. Supawi Pawenang SE, MM menjelaskan, bahwa urgensi dari symposium ini adalah menjembatani karya-karya ilmiah para pengajar untuk masuk dalam jurnal Internasional. Selama ini, menurut Supawi Pawenang, banyak akademisi yang terkendala untuk bisa mempublikasi karya-karya ilmiahnya di dalam jurnal ilmiah yang bereputasi Internasional.

“Jadi kita bekerja sama dengan UTeM Malaysia untuk berbagi pengalaman. Selama ini, banyak dosen yang mempunyai kendala untuk mempublikasi karya karyanya kejurnal yang mempunyai reputasi internasional, maka kita gelar acara ini,” tandas Supawi Pawenang, kepada poskita.co di sela-sela symposium.

Dikatakan Supawi, kesempatan ikut serta dalam seminar atau symposium seperti ini adalah momentum bagi para dosen yang ingin terus berinovasi dan bisa dipublikasi di level internasional. Jurnal Internasional yang bisa mempublish karya-karya ilmiah para akademisi antara lain Jurnal yang terindexs SCOPUS dan Web of Since.

Dalam kesempatan ini, Guru Besar UGM Kuswandi Tirtodirjo fenomena-fenomena yang muncul akhir-akhir ini adalah hasil dari Revolusi Industri salah satunya adalah Revolusi Industry 4.0 (Four Point Zero). Dia mencontohkan munculnya Alibaba milik Jack Ma di China, Gojek milik Nadiem Makarim atau Traveloka adalah contohnya nyata revolusi industry.

Oleh sebab itu, Kuswandi Tirtodirjo mendorong agar para akademisi terus berinovasi, sementara pabrik pabrik memanfaatkan inovasi dan pemerintah yang mengatur.

Symposium ini mendapat apresiasi dari para akademisi yang hadir, seperti Suswadi dosen Pertanian UTP yang berharap artikelnya bisa terpublikasi ke jurnal internasional usai acara ini. Hal senada diungkapkan Dosen Bahasa Inggris Uniba, Ir. Hari Indra Yudhayana, yang mengaku mendapat informasi-informasi penting, seiring perkembangan ilmu yang cepat akhir-akhir ini. (Udi)

Caption Foto:
Ketua Yayasan Pendidikan Batik Surakarta, H. Solikhul Hadi Ahmad Bakri, berpose bersama dua narasumber di Symposium ISORIS 2018, masing-masing Prof. Datuk Dr. Muhammad Razali Muhammad dari Universitas Teknikal Malaysia Melaka dan Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Kuswandi Tirtodirjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *