Tiap Suro, Ratusan Warga Resik-resik Umbul Gedaren Jatinom

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Ratusan trah Kerto Dikromo Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, dengan semangat membawa dua tandu berisi ingkung ayam jago, nasi tumpeng, aneka lauk, sayur, buah dan lainnya, menuju umbul Gedaren, Sabtu pagi (29/9/2018).

Mereka sudah turun-temurun melaksanakan tradisi dengan membawa aneka menu makanan ke umbul Gedaren. Kemudian acara dilanjutkan dengan bersih umbul atau nguras umbul yang dilakukan trah Kerto Dikromo ini dengan sukacita. Ada grup gejog lesung dari Jatinom yang ikut memeriahkan acara resik-resik umbul.

“Acara nguras umbul Gedaren atau bersih umbul ini memang sudah puluhan tahun dilakukan. Mbah Kerto Dikromo ini adalah juru kunci umbul Gedaren dan segenap putro wayah atau keturunannya melanjutkan bersih umbul tiap tanggal 15 Suro ke atas. Harapannya tentu airnya tetap jernih, melimpah dan membawa berkah bagi warga serta petani,” jelas Udin Diantara di lokasi bersih umbul.

Sementara Mustar Bintoro, juru kunci umbul Gedaren, menambahkan kalau tradisi bersih umbul tidak dilakukan, biasanya akan terjadi cobaan atau ujian bagi warga. Warga Gedaren akan ditimpa sakit, berbagai penyakit muncul dan desa akan mengalami kalabendhu atau bencana.

Mustar mengaku, ritual atau tradisi bersih umbul ini pada intinya kebersamaan warga untuk mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa dengan bersih-bersih umbul. Dan tradisi ini juga dimeriahkan dengan gelaran wayang kulit, jathilan dan berbagai pentas seni budaya lainnya.

Udin Diantara, tokoh Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, tampak hadir dan mensupport acara nguras umbul Gedaren. Udin terlihat dampingi grup Gejog Lesung yang ikut memeriahkan acara ini.

“Karena sudah keyakinan, warga dengan senang hati melanjutkan bersih-bersih umbul Gedaren tiap bulan Muharram atau Suro. Dan umbul Gedaren ini juga bisa mengairi sekitar 75 hektar lahan pertanian di Gedaren, Kecamatan Jatinom dan sekitar 20 hektar lahan pertanjan di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen,” ujar Mustar.

Bambang Riawan, Ketua Panitia, menambahkan, semarak bersih atau nguras umbul Gedaren dimeriahkan dengan pentas dangdutan Jumat malam (28/9), serta ada kirab gunungan, kirab kereta bendi dan wayang kulit dengan dalang Ki Kasim dengan lakon Brontoyudho Sabtu siang (29/9).

Kata Riawan, Camat Jatinom Sip Anwar, Kades Gedaren Waluyo dan tokoh masyarakat Desa Gedaren turut hadir dan memeriahkan acara kirab budaya ini.

“Acara benar-benar meriah dan warga Gedaren guyup rukun sukseskan acara ini. Gayeng memang, seperti tadi juga ada 30-an petani Desa Pepe juga ikut gotong royong resik-resik umbul,” jelas Riawan. (aha)

Caption Foto Atas:
Warga antusias dalam tradisi resik-resik nguras umbul Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, Sabtu pagi (28/9/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *