Arif Fatkhurrakhman: Wartawan Profesional Diharapkan Netral dalam Pesta Demokrasi

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Sekitar 100 peserta tampak antusias dalam agenda bimbingan teknis pengawasan pemilu partisipatif kepada masyarakat, OSIS dan pramuka yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klaten di Hotel Grand Tjokro, Selasa siang (25/9/2018).

Ketua panitia, Suwanto menjelaskan, agenda sosialisasi dan bimbingan teknis ini terus dilakukan Bawaslu seiring semakin dekatnya pesta demokrasi, yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden/wakil presiden.

Selain siswa SMA/SMK yang aktif dalam OSIS, juga diundang pengurus pramuka, serta pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), elemen masyarakat dan awak media. Wartawan diharapkan juga menjaga netralitas dan berimbang dalam tugas peliputan.

“Acara bimbingan teknis pengawasan pemilu partisipatif akan terus dilakukan, agar para pemilih pemula seperti siswa SMA/SMK atau BEM, bisa memilih calon pemimpin yang layak dan menjadi garda depan depan tolak money politic,” jelas Suwanto.

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrakhman menambahkan, agenda bintek pengawasan pemilu partisipatif ini dirasa sangat tepat dan siswa SMA/SMK, BEM dan awak media wartawan, bisa turut andil dalam mendukung gerakan moral pemilu yang jujur, adil, damai dan tanpa money politic.

Pengurus OSIS dan Pramuka SMA/SMK di Klaten antusias dalam bintek pengawasan Pemilu partisipatif yang diadakan Bawaslu Klaten ini.

Baik siswa, mahasiswa dan wartawan, bisa bekerjasama dengan Bawaslu dalam memberikan informasi ke masyarakat untuk melakukan gerakan moral tolak money politic dan tolak kekerasan dalam pemilu. Kalau ada calon legislatif atau dewan yang mencuri start kampanye dengan bagikan sesuatu, bisa dilaporkan ke Bawaslu.

“Misalnya ada hajatan warga dengan lomba mancing, padusan atau tradisi warga lainnya, jangan sampai ditunggangi kepentingan calon legislatif. Kehadiran seorang caleg itu rawan pencurian start kampanye, acara hajatan warga tetap boleh jalan, tapi caleg yang hadir tidak diperkenankan bicara. Rawan pencurian start kampanye, mohon para caleg tahu diri,” jelas Arif.

Untuk wartawan, kenetralan dalam peliputan sangat terlihat dalam penulisan berita. Makanya, kata Arif, jika ada wartawan yang mengaku netral, ternyata berita yang ditampilkan dalam sepekan lebih dari 20 persen berisi pencitraan seorang caleg itu-itu saja, hal demikian bukanlah sebuah bentuk netralitas.

“Seorang wartawan profesional netral dalam pesta demokrasi, bisa menjaga citra diri, kalau mau netral beritanya jangan melulu mengangkat agenda satu caleg saja dengan kemasan berita pencitraan. Dan saat ini pemberian dalam bentuk apapun sangat rawan dan bisa diindikasikan pencurian start kampanye,” tandas Arif. (aha)

Caption Foto Atas:
Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrakhman, sedang memberikan materi bintek pengawasan Pemilu partisipatif kepada OSIS, Pramuka, mahasiswa dan wartawan, di hotel Grand Tjokro Klaten, Selasa siang (25/9/2018). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *