Sosialisasi Empat Pilar, Rinto Subekti: Pancasila Tak Sekedar Empat Pilar Tapi Fondasi Utama

Spread the love

WONOGIRI (Poskita.co)- Anggota MPR/DPR RI Rinto Subekti mengatakan bila masyarakat paham dan sadar akan pentingnya Empat Pilar maka sosialisasi Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab MPR namun menjadi tanggung jawab semua.

Pancasila tak sekedar bagian dari 4 pilar negara, melainkan merupakan fondasi utama bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan politisi Partai Demokrat dihadapan sekira 175 orang peserta Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di sebuah rumah makan di Ngadirojo, Wonogiri.

“Pancasila sebetulnya bukan tiang atau pilar, tapi fondasi utama bangsa Indonesia. Jadi bila masyarakat paham dan sadar akan pentingnya Empat Pilar maka sosialisasi empat pilar tidak hanya menjadi tanggung jawab MPR namun menjadi tanggung jawab semua,”jelas Rinto Subekti yang juga Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Tengah, Selasa (18/9/2018).

Menurut Rinto, empat pilar MPR RI itu terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Kegiatan ini sangat positif output-nya agar generasi zaman sekarang tidak mudah terbawa arus globalisasi yang bisa mengurangi jiwa patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Karena itu, kita harus mencegah pengaruh-pengaruh negatif. Pencegahannya dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar ini, yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,” ujarnya.

Dijelaskannya, sosialisi empat pilar yang selalu dilaksanakan itu, bisa memunculkan semangat untuk bela negara dan cinta terhadap Tanah Air yang imbasnya bisa mencintai produk dalam negeri.

“Sosialisasi empat pilar kebangsaan sangat penting diikuti para masyarakat agar tak salah dalam mengartikan NKRI. Sekarang ini banyak paham-paham sesat yang muncul yang bisa menjerumuskan generasi muda ke jurang kebodohan dan kesesatan. Makanya, kami saat ini diwajibkan turun ke dapil masing-masing, untuk melakukan sosialisasi ini. Hal ini dikarenakan rasa dan nilai kebangsaan di masyarakat dirasa telah mulai terkikis dan perlu ditanam kembali,”tandasnya.(Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *