Siswa SMPN 1 Kebonarum Tampil Maksimal dalam Pentas Ketoprak di SD Krista Gracia

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Dengan disaksikan Plt Kepala Disdik Klaten Sri Nugroho SIP MM, Camat Klaten Tengah Widayatna SE MSi, pimpinan Amigo Group Klaten Edy Sulistyanto, Budayawan Bondan Nusantara dan tokoh lainnya, siswa SMPN 1 Kebonarum tampil maksimal dalan pentas ketoprak di panggung Seni SD Krista Gracia Klaten, Sabtu siang (15/9/2018).

Menurut Kepala SMPN 1 Kebonarum, Dra Sugiarti Maria Catharina MPd, siswa telah berlatih selama empat minggu lebih. Dalam setiap latihan ada tahapan yang dilakukan para siswa, seperti menghafal kata-kata dialog, penghayatan, improvisasi dan lainnya.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Klaten, Dinas Pendidikan Klaten, Amigo Group dan tim lainnya yang telah memberikan kepercayaan kepada siswa sekolah kami untuk bisa tampil di ajang FKP tahun 2018 ini. Semoga tahun depan jumlah peserta FKP tingkat SMP akan semakin banyak dan menjadi ajang berkreasi siswa,” jelas Sugiarti.

Camat Widayatna menyatakan, untuk agenda festival ketoprak ini dipandang sangat bagus dan manajemen kepanitiaannya sudah sesuai harapan. Setiap tahunnya, jelas Widayatna, Kecamatan Klaten Tengah ikut memberikan pemihakan anggaran demi suksesnya acara.

Dua siswa SMPN 1 Kebonarum, Hendrik Kentung (siswa kelas 9A) dan Ikhsan Kirun (kelas 9C) sedang selfinan usai tampil ketoprak di SD Krista Gracia, Sabtu siang (15/9).

Melihat perkembangan yang ada, agenda ketoprak ini juga perlu didorong semakin tumbuh di tingkat kecamatan. Widayatna memandang, kalau ada anggaran yang cukup, rencana akan digelar ketoprak tingkat kecamatan.

“Ketoprak ini merupakan warisan budaya adiluhung, jadi sudah selayaknya kita semua berkewajiban melestarikan, nguri-uri warisan leluhur. Jangan sampai ketoprak ini dipatenkan negara lain. Ketoprak ini selain untuk tontonan, tuntunan dan juga bisa menjadi ajang pendidikan karakter anak,” ujar Widiyatna.

Plt Kepala Disdik Klaten, Sri Nugroho, juga siap untuk mendorong sekolah-sekolah agar selalu menghidupkan warisan budaya leluhur, seperti ketoprak ini. Jumlah SMP yang ikut FKP ini ada 16 sekolah, terdiri 10 SMP negeri dan 6 swasta.

“Semoga FKP tahun depan akan lebih semarak lagi dan lakon ceritanya lebih variatif kekinian. Selain cerita sejarah masa lalu, juga berkisah tentang cerita masa kini yang berkarakter. Kita ucapkan banyak terima kasih atas kerja keras Amigo Peduli Budaya, Omah Wayang dan unsur panitia lainnya dalam mensemarakkan FKP tahun 2018 ini,” kesan Sri Nugroho. (aha)

Caption Foto Atas:
Usai pentas ketoprak, para pemain foto bersama panitia dan Kepala SMPN 1 Kebonarum, serta diberikan dana pembinaan senilai Rp 1,5 juta. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *