Lahirnya Bayi Bermata Satu, Gegerkan Warga Mandailing Natal

Spread the love

PANYAMBUNGAN (Poskita.co) – Sungguh mengherankan, apakah kelahiran bayi bermata satu adalah suatu tanda hari kiamat..? Hal itu sudah terjadi di RSUD Panyabungan kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.Kamis (13/9).sekitar pukul 15.25 Wib.

Kejadian langka itu, bayi yang bermata satu lahir di Panyabungan, Bayi berjenis kelamin perempuan. 

Bayi itu merupakan anak kelima dari pasangan Suriyanti warga Kelurahan Kayujati Kecamatan Panyabungan.

Beredarnya kabar yang mengherankan itu, warga yang ada di lingkungan rumah sakitpun saat di wawancara hanya mengucapkan Naudju billahiminjalik.

“Saya sok melihatnya dan ada rasa takut apakah ini suatu pertanda peringatan dari sang pencipta” kata Nursaidah Hasibuan (26), warga yang sengaja datang untuk melihat kelahiran bayi itu.

Karena pihak keluarga tidak lagi mengizinkan para warga yang hendak melihat kondisi bayi bermata satu itu, pihak rumah sakit pun sangat tertup untuk di konfirmasi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, Dr.Syarifuddin, mengatakan, saat melihat langsung kondisi anak tersebut di RSUD Panyabungan bayi yang memiliki berat 24 gram itu hanya memiliki satu mata dan mulut saja sementara hidungnya tidak ada.

Ia menyampaikan, kejadian seperti ini tergolong langka, dan kejadian ini merupakan kasus ke-7 yang terjadi di seluruh dunia. Sebelum kejadian di Panyabungan ini (Indonesia), kasus yang sama terakhir pernah terjadi di negara Mesir.

Penyebab kejadian ini masih belum diketahui secara pasti. Hanya, menurut dokter bisa saja karena obat-obatan atau juga akibat Mercury. Dimana kabupaten Madina adalah wilayah Pertambangan Emas masyarakat yang begitu meraja lela.

“Jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah sang bayi sebagai penambang, ataupun juga karena virus rubella. Kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup,” kata Syarifuddin

Bayi ini direncanakan di rujuk ke Medan, namun melihat kondisi bayi yang diprediksi bertahan satu sampai tiga hari membuat pertimbangan untuk melakukan rujuk.

“Kita takut di jalan karena  dari keterangan dokter kondisi bayi kemungkinan hanya bertahan hidup 1 sampai 3 hari,” jelasnya (Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *