Studi Demokrasi di Ajang Pilketos SMPN 13

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Pemilihan Umum sebagai salah satu wajah negara demokrasi sudah selayaknya mulai dikenalkan terutama di kalangan pelajar, dengan memanfaatkan momentum menjelang berlangsungnya Pesta Demokrasi tahun 2019. Seperti yang dilakukan oleh para siswa di Sekolah Menengah Pertama di Kota Solo, yang menyemarakkan Pemilihan Ketua Osis layaknya Pemilu Kepala Daerah.

Ratusan siswa SMP Negeri 13 Kota Solo terlihat antusias mengikuti ajang Pilketos atau Pemilihan Ketua Osis, yang menjadi organisasi resmi di sekolah. Menjelang acara dimulai, puluhan siswa tampil di depan dengan tari-tarian atraktif untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya, dalam menyemarakkan Pilketos. Iringan lagu-lagu patriotis serta gerak tari yang  dinamis membuat suasana lebih semarak. Kepala Sekolah SMP 13 Solo, Kucisti Ike RSP, bahkan ikut di tengah-tengah siswanya yang menari dengan rancak.

Selanjutnya proses pencoblosan untuk memilih Ketua Osis dimulai dengan mempersiapkan segala sarana yang meniru dengan Pemilu Kepala Daerah. Bahkan bilik pencoblosan suara pun mereka tulis KPU dengan logo yang mirip dengan logo Komisi Pemilihan Umum. Sementara empat kandidat Ketua Osis tampil beda dengan pakaian busana Jawa. Keempat kandidat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan visi misinya bila nanti bisa terpilih menjadi Ketua Osis.

Proses pencoblosan yang mirip dengan Pemilu Legislatif atau Pemilu Kepala Daerah ini, menjadi sebuah ajang pembelajaran yang efektif. Meski pada Pemilu 2019 yang akan datang mereka belum mempunyai hak pilih, namun pembelajaran demokrasi ini dinilai efektif bagi para pelajar. Setidaknya, mereka sudah merasakan langsung cara mencoblos saat berlangsungnya Pemilu.

Pilketos (Pemilihan Ketua Osis) SMP Negeri 13 Solo, digelar dengan semarak untuk menjadi pembelajaran demokrasi yang sehat bagi para pelajar. Pemilihan digelar menyerupai Pemilu Legislatif ataupun Pilkada, memanfaatkan moment tahun politik 2019.

Kepala SMP Negeri 13 Solo, Kucisti Ike RSP SPd, mengaku sengaja, membuat acara pemilihan Ketua Osis ini terasa berbeda. Adanya kreasi untuk menyemarakkan ajang Pilketos ini diharap bisa menarik antusias dari siswa sebagai proses belajar berdemokrasi yang efektif.

“Memang sengaja dibikin sedemikian rupa, karena merupakan pembelajaran demokrasi buat anak-anak. Supaya mereka lebih tertarik kelaknya ikut dalam pemilu yang Luber dan sehat,” tandas Kucisti Ike, kepada poskita.co, di sela-sela berlangsungnya acara Pilketos SMP Negeri 13, Rabu (12/9/2018).

Ide kreatif di ajang Pilketos ini, menurut Kucisti Ike bisa memunculkan ide-ide baru lainnya bagi pembelajaran demokrasi bagi para pelajar. Masih memanfaatkan momentum tahun politik sebagai ajang pesta demokrasi, para siswa akan diajak ke beberapa lokasi penyelenggara proses demokrasi seperti di KPU, sehingga para pelajar bisa langsung menimba ilmu dari ahlinya. (Udi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *