Prodi TV ISI Surakarta Sambut Kebangkitan SDM Perfilman Untuk Pemajuan Kebudayaan

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Saat ini industry film Indonesia sedang bergairah. Film Indonesia masuk pasaran dunia dan menggandeng sutradara dan kru bereputasi dunia. Film-film daerahpun tak kalah, merebut pangsa pasar perfilman, dan mampu bermain baik di pasar lokal, nasional maupun dunia. Investor dari berbagai penjuru mempercayai kebangkitan film Indonesia, dan berebut berinvestasi.

Menjadi pertanyaan besar yang kemudian harus dijawab adalah seberapa siapkah SDM (Sumber Daya Manusia) Perfilman dalam menyambut kebangkitan Perfilman Indonesia? Pertanyaan besar inilah yang coba dipaparkan dalam Kuliah Umum bertajuk “Menyambut Kebangkitan SDM Perfilman Untuk Pemajuan Kebudayaan” dengan pembicara Kepala Pusbang Film Kemendikbud, Dr. Maman Wijaya, M. Pd. Kuliah umum yang digelar oleh Program Studi Film dan Televisi ini bertempat di Gd. Serba Guna Sungging Prabangkara Kampus II ISI Surakarta, Mojosongo, Senin (10/9).

Ketika dikonfirmasi oleh poskita.co, alasan pemilihan tema kuliah umum ini, ketua panitia, Cito Yasuki Rahmad, S.Sn., M.Sn, menjelaskan.

“Kita tidak menginginkan perfilman Indonesia mengalami antiklimaks seperti diawal tahun 1980-an. Saat pasar membaik, produksi digeber, kualitas diabaikan sehingga justru membunuh dunia perfilman Indonesia saat ini. Menjadi tantangan saat ini, saat film Indonesia kembali bangkit, maka kualitas SDM Perfilman perlu menjadi perhatian,” jelasnya.

Ketika film dikaitkan dengan program pemajuan kebudayaan, lebih lanjut Cito menjelaskan bahwa secara kualitas film Indonesia dapat memberikan kontribusi dalam memberikan Percepatan dalam Pemajuan Kebudayaan Indonesia.

Apa yang digagas oleh Prodi Film dan TV ini ditangkap dan Pusat Pengembangan Film Kemendikbud. Hal ini seperti yang diucapkan oleh Maman Wijaya.

“Pusbang memiliki banyak kegiatan pengembangan SDM perfilman.  Dari sisi pengembangan SDM produksi sudah cukup kuat,  tapi di hulu seperti riset pengembangan perfilman,  dan hilir seperti distribusi,  festival dan pengarsipan masih sangat kurang.  Di situ peran perguruan tinggi seperti ISI Surakarta sangat diharapkan dan kami bisa memfasilitasi,” jelasnya.

Kuliah umum yang dibuka oleh Rektor ISI Surakarta, Dr. Guntur, M. Hum ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari dosen FSRD dan mahasiswa prodi Film dan TV.  (isna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *