Abdul Kharis: Indonesia Berpotensi Tumbuh Menjadi Technopreneur

Spread the love

SUKOHARJO (poskita.co) – Jumlah Penduduk melebihi 40%  dari Total Penduduk ASEAN, Indonesia  memiliki banyak SDM yang berpotensi  tumbuh menjadi Technopreneur dan  menghasilkan karya atau produk digital yang  dapat dipasarkan untuk 60% populasi  ASEAN. Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi I DPR RI, Dr. Abdul Kharis Almasyari pada Diskusi Publik “Tantangan Dunia Enterpreuner di Era Tekonologi Informasi dalam Rangka Sosialisasi Redesain USO 2018” yang di laksanakan Sabtu (1/9) di Hotel Best Western Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Abdul Kharis menjelaskan penetrasi pengguna internet mencapai 143,26 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia 262 juta orang. Pengguna internet pesat sekali pertumbuhannya, layanan yang diakses 89,35 % chating, 7,39 perbankan dan perangkat yang dipakai komputer atau laptop pribadi 4,49 %, Smartphon atau tablet pribadi 44,16 % dan lain-lain 12,07 %.

Sedangkan pembicara lain, Direktur Umum BP3TI Kemkominfo, Fadhilah Mathar menjelaskan tentang persiapan pemerintah dalam menciptakan infrastruktur technopreneur, terutama di daerah yang tidak mempunyai sumber daya alam.

“Wilayah yang dibangun oleh Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) itu sebenarnya adalah wilayah terluar, terpencil,  perbatasan, dan yang tertinggal secara ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut Fadhilah Matharmenjelaskan ketika wilayah-wilayah tersebut tidak menguntungkan (secara ekonomi),  pemerintah tidak boleh tinggal diam pemerintah tetap harus hadir, makanya ada Bakti yang bertugas untuk memastikan infrastruktur untuk telekomunikasi dan informasi di seluruh Indonesia untuk bisa menikmati.

“Apa yang bisa kita lakukan dengan internet? Internet adalah peluang untuk berbagai kegiatan, seperti jualan online, Blogging atau you tube, pembuatan aplikasi atau game, membuat template atau foto dan lain-lain”, tambahnya.

Selain Abdul Kharis dan Fadhilah Mathar dikusi public ini juga menghadirkan Bambang Nugroho Ceo Gage Desin dan juga ketua Majlis Ekonomi Pondok Pesantren Assalam. (aryadi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *