Ki Mujar Sangkerta, Penggagas Seni Silaturrahim yang Turunkan Ego Seniman Jadi Eco

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Selama sebelas hari, di Georium Dunia utara kompleks Candi Plaosan atau Dengok Kulon, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, digelar pameran karya alami warga masyarakat Seni Silaturrahim dalam kemasan Festival Candi Kembar, Sabtu-Rabu, 25 Agustus-5 September 2018.

Agenda ini merupakan kolaborasi sejumlah pihak, antara lain Georium Duni, Mandapa, Pilar, Pesantren Riset, Kalam, Sanggar Sejati, Sanggar Kesenian Peranserta dan Institut Sangkerta Indonesia Yogyakarta.

Ki Mujar Sangkerta, seniman penggagas Seni Silaturrahim bersama Prof Dr M Baiquni MA, telah mengapresiasi berkarya warga awam kaitan seni dengan menorehkan kanvas di kain putih sesuai isi hatinya.

Ego seorang seniman diganti dengan eco bersilaturrahim bersama alam. Kanvas karya warga awam dikolaborasikan dengan para seniman handal. Bisa berupa kanvas lukisan atau tulisan, karya wayang milehnium dan sebagainya.

Kata Ki Mujar, kolaborasi para seniman yang berupa eco, disatukan dengan kemampuan natural warga awam lintas profesi, menjadi sesuatu yang indah dan bahagia dirasakan. Ketika tangan bergerak bebas menuliskan atau mewarnai kain putih dengan kanvas, ada kebahagiaan tidak terhingga.

Ki Mujar dan karyanya wayang milehnium Garuda Perkasa di kompleks Candi Plaosan.

“Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani, juga menorehkan lukisan berupa bunga sesuai isi hati cita-cita wujudkan Klaten sebagai kota bunga sejuta warna. Lokasi pameran karya orang awan atau seni silaturrahim ini ada di hutan jati milik Prof Ratman, Wakil Rektor UGM Yogyakarta yang juga mendukung ide seni silaturrahim ini,” jelas Mujar di lokasi pameran seni silaturrahim, Sabtu siang (1/9).

Untuk pameran seni silaturrahim dari berbagai lintas disiplin ilmu persiapannya hanya seminggu. Dikatakan, untuk sebelah barat ada pemeran seniman hebat dan di sisi timur Georium Dunia ada pameran orang awan dalam kreasi seni silaturrahim.

Ki Mujar Sangkerta yang tinggal di Kasongan Permai, Bantul ini memandang pentingnya menggugah kebahagiaan dan kepuasan batjn dengan seni silaturrahim. Dalam festival Candi Kembar yang dibuka Bupati Klaten, Sabtu siang (1/9/2018), Ki Mujar juga bikin wayang milehnium inklusif Garuda Perkasa panjang 12 meter dan tingginya 7 meter.

“Wayang milehnium inklusif ini terdiri dari sosok Garuda perkasa, Roro Jonggrang, Ratu Boko, Bandung Bondowoso dan rakyat defabel. Kita juga bikin gapuro kampung budaya Candi Plaosan Desa Wisata Bugisan. Kebetulan saya termasuk penata artistik dan ikut jadi penggagas Festival Candi Kembar juga,” jelas Ki Mujar yang penampilannya unik. (aha)

Caption Foto:
Ki Mujar Sangkerta tunjukkan salah satu karya seni silaturrahim di Georium Dunia Hutan Alam, Bugisan, Prambanan, Sabtu siang (1/9). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *