Gudang Kayu Jati di Bonyokan Jatinom Terbakar

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Musim kemarau ini harus diwaspadai terjadinya kebakaran. Banyak hal sepele yang bisa menjadi sebab kebakaran, antara lain buang puntung rokok yang masih menyala, obat nyamuk bakar, bensin tumpah, kabel dimakan tikus terjadi korsleting listrik dan lainnya.

Hal ini dijelaskan Plt Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten, Nur Khodiq, kepada wartawan saat monitoring kebakaran gudang kayu jati di Dukuh Bonyokan, RT 4/RW 2, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Kamis pagi (30/8/2018).

Pihak Damkar Klaten menerima info kebakaran di Bonyokan ini jam 02.40 WIB. Pemilik gudang kayu jati, Purbo Winardi, hanya bisa pasrah dengan kejadian kebakaran yang belum jelas penyebabnya ini. Warga sekitar juga turut membantu mematikan api, tapi terbatas alat.

“Damkar langsung menuju TKK atau tempat kejadian kebakaran dengan tiga mobil armada Damkar. Jarak lokasi dengan Posko Damkar sekitar 12 km dan proses pemadaman berlangsung dari jam 02.55 WIB sampai pukul 07.00 WIB,” ujar Nur Khodiq.

Luasan area gudang kayu ada 1000 meter persegi dan luasan yang terbakar ada 500 meter persegi. Kecepatan dan ketepatan dalam menjalakan tugas anggota Damkar sangat diutamakan. Dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa dan kerugian belum bisa ditaksir.

Dalam setiap penanganan kasus kebakaran, jelas Khodiq, anggota telah dibekali berbagai ilmu, kemampuan teknis, dan benar-benar terlatih. Diharapkan, masyarakat yang tahu terjadinya kebakaran, jangan tunda-tunda kabari Damkar.

“Damkar hadir untuk melayani, membantu masyarakat dalam penanganan terjadinya kebakaran. Jangan sampai terlambat kabari Damkar, insya Allah gerak kami cepat tepat dan akurat. Namun demikian, kita tak harapkan ada kebakaran lagi, semua tetap aman,” ujarnya. (aha)

Caption Foto:
Tim Damkar Klaten jibaku padamkan api yang membakar gudang kayu jati di Bonyokan, Jatinom, Klaten, Kamis dini hari (30/8/2018).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *