MUI Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu SARA

Spread the love

*Pembunuhan Anak Anggota Polisi

SOLO (poskita.co) – Pembunuhan anak menantu polisi dengan cara ditabrak mobil dari belakang ramai diperbincangkan di medsos. Bahkan kasusnya bisa mengarah SARA di masyarakat apabila tidak segera diredam.

Atas gejolak yang timbul tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, KH Subari meminta seluruh masyarakat Kota Solo agar tidak terpancing isu-isu SARA yang dapat menjerumuskan kepada kerusuhan terkait kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan pengendara motor, Eko Prasetio (28) tewas setelah ditabrak Mercy AD 888 QQ yang dikemudikan Iwan Adranacus (40) di Jalan KS Tubun, Manahan, Rabu (22/8).

“Kami mengimbau masyarakat jangan terpancing isu SARA dan kerusuhan. Kita harus menjaga suasana Solo tetap tenang dan kondusif. Masyarakat tidak butuh provokasi dan tidak ingin adanya kerusuhan,” tegasnya, Minggu (26/8/2018).

Subari yang juga Pimpinan Muhammadiyah Surakarta meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan secara hukum kepada pihak berwajib.

“Peran kita dan juga masyarakat adalah mengawal agar proses hukum kasus ini berjalan lancar dan segera ada putusan di pengadilan,” tandasnya.

Bersamaan adanya kasus tersebut, lanjut Subari, tentu saja berbagai isu cepat beredar melalui berbagai jalur informasi, terutama di media sosial. Untuk itu, masyarakat Solo diminta semakin waspada dan selalu tabayun.

“Jangan mudah terhasut berita, broadcast di media sosial. Informasi yang disebar itu belum tentu jelas sumbernya dan isinya disanksikan kebenarannya,” terang Subari.

Terpisah saat berada di Polresta, mertua korban, Aiptu Sutardi meminta masyarakat tenang dan menyerahkan penanganan kasus kecelakaan ini kepada pihak kepolisian. Pihak keluarga, lanjut Sutardi, sudah mengikhlaskan kepergian Eko dan meminta masyarakat mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik dan tenang di sisiNya.

“Saat ini kami masih berduka dan percaya aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini,” papar Sutardi di Mapolresta, Kamis (23/8).

Adapun Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Ahmad Luthfi, meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu negatif yang berkembang terkait peristiwa kecelakaan tersebut.

“Serahkan semua proses hukumnya kepada petugas. Dan kami akan menindak tegas kepada oknum yang memprovokasi kasusnya hingga menimbulkan kekacauan di Kota Solo,” ungkap Jenderal bintang satu itu, Jumat (24/8). (anto)

Caption Foto:
Ketua MUI Surakarta, KH M Subari (berpeci) pada saat bersilaturahmi dengan ratusan takmir masjid di gedung Muhammadiyah, Keprabon beberapa waktu lalu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *