Kelompok Laskar Intimidasi Pemuda Berkaos Merah

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Keributan di luar tempat pemungutan suara dilakukan kelompok elemen keyakinan secara serentak di Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka menargetkan sekelompok orang mengatasnamakan regu penggerak pemilih yang mengenakan kaos merah bertuliskan naskah proklamasi

Dari pantauan, kalau kelompok ini para pria yang mengenakan kostum kaos gelap dan bercelana cingkrang datang jelang perhitungan suara. Mereka mengenakan baju bertuliskan #GantiPresiden2019, Brigade Fosam, Bang Jafar. Mereka ini melakukam aksi di kawasan TPS 1 Sidodadi, TPS 12 Belukan, TPS 11 Belukan, TPS 6 Serengan, TPS 14 Kerten dan sejumlah lainnya.

Wakapolresta Solo, Kombes Pol Andi Rifai membenarkan adanya aksi mereka tapi belum ada laporan kekerasan serta melakukan patroli lokasi TPS. Pihaknya terus melakulan pengamanan dengan menggandeng panwaslu yang punya otoritas adanya pelanggaran tidaknya untuk mengurai permasalahan ini.

“Tidak ada kekerasan yang dialami warga yang ada di area lokasi. Mereka beradu argumentasi,” jelasnya.

Sementara itu, aksi di TPS 12 Pajang justru kelompok yang terdiri dari lima orang membentak dan meminta bubar para gadis menggunakan kaos merah. Bahkan mempertanyakan kaos merah tersebut yang memberi siapa, atas perintah siapa dan dibayar berapa hingga meminta melepas kaos untuk diganti kaos tapi ditolak.

Jajang, salah satu tokoh masyarakat di  kawasan TPS 14 Kerten justru membalas jawaban kenapa laskar justru menggunakan kaos ganti presiden 2019. Namun dijawab oleh pria mengaku laskar mengancam duel dan membuat kekerasan terhadap para pemuda berkoas merah sebelum akhirnya polisi melerai.

“Tidak ada yang dilanggar. Tidak simbol maupun gambar calon di baju guralih tersebut, ” jelas Jajang pengurus partai.

Salah satu dari perwakilan dari kelompok tersebut bernama Endro Sudarsono mengatakan pihaknya menilai baju tersebut bentuk kampanye. Berbicara keras karena para penggerak berbaju merah ini justru tidak mau pindah dari depan TPS. Pihaknya tidak melakukan kekerasan terhadap penggerak pemilih tersebut hanya bernada keras untuk memperingatkan. (Agung Santoso)

Caption Foto :
Sejumlah pemuda mengaku laskar mengancam Jajang atas keberadaan pemuda berkaos merah di sekitar TPS. Bahkan polisi dan tentara mencoba melerai saat kejadian di TPS 14 Kerten. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *