Ramai Dilalui Arus Mudik, Perbaikan jalan Kyai Mojo Dipastikan Tidak Rampung Mendekati Lebaran

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Proyek pengerjaan betonisasi ruas jalan Kyai Mojo, Semanggi Solo, sepanjang 375 meter ke arah timur jembatan Mojo menuju arah Bekonang Sukoharjo, saat ini tengah dilakukan. Arus lalu-lintas di jalan penghubung antara Solo – Sukoharjo itu dipastikan akan mengalami peningkatan volume kendaraan arus mudik mendekati lebaran yang kurang dari satu minggu lagi. Apalagi dengan adanya proyek perbaikan jalan, dimana ada pengaturan sistem buka tutup jalan karena kondisi badan jalan yang hanya dapat dilalui satu ruas saja, bisa jadi akan rawan kemacetan.

Kondisi ini menjadi sorotan kalangan DPRD Solo, yang menyayangkan perencanaan proyek perbaikan jalan yang menelan anggaran senilai Rp 2,34 miliar dari APBD ini tidak dilakukan jauh-jauh hari sebelum lebaran. Wakil pimpinan DPRD Solo, Djaswadi saat sidak di lapangan, Selasa (6/6) melihat langsung perbaikan jalan yang tengah dilakukan. Separuh badan jalan yang sedang dalam pengerjaan betonisasi, otomatis ditutup sementara. Sistem buka tutup arus lalu lintas di sepanjang jalan itu dilakukan yang  mau tak mau menimbulkan kemacetan arus lalu-lintas.

“Kami sangat menyayangkan mengapa perencanaan proyek perbaikan jalan Kyai Mojo ini tidak dilakukan jauh sebelum lebaran. Jika sampai lebaran pengerjaan masih dilakukan tentunya akan berdampak pada kenyamanan pengguna jalan terutama para pemudik,” ujar Djaswadi.

Perencanaan proyek perbaikan jalan Kyai Mojo dinilai Djaswadi kurang matang. Seharusnya jika memang APBD belum disahkan, perencanaan dapat saja dilakukan sehingga sesuai harapan, menjelang lebaran ini perbaikan jalan telah selesai dilakukan dan dapat dilalui dengan nyaman oleh para pengguna jalan, juga para pemudik. Perencanaan sebelum disahkannya APBD menurut Djaswadi tidak menyalahi aturan, terpenting item anggaran sudah tercantum dengan jelas di lembaran APBD.

Sementara itu, Agung Suranto pengawas teknis dari Dinas PUPR Kota Surakarta kepada wartawan menjelaskan, dalam pengerjaan proyek ini semua proses harus dilalui. Mengapa proyek ini tidak jauh-jauh hari dikerjakan, karena menunggu pengesahan APBD di awal Desember 2017 kemarin. Setelah itu baru lah dilakukan perencanaan yang dilanjutkan dengan proses lelang. Semua proses itu telah dilakukan dan pengerjaan proyek ditargetkan selesai pada September 2018 mendatang.

“Setelah APBD disahkan pada awal Desember 2017 kemarin, barulah kita melakukan semua proses mulai dari perencanaan, lelang proyek, dan dilanjutkan dengan pengerjaan proyek saat ini,” ujar Agung Suranto kepada wartawan. (endang paryanti)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *