Menikmati Wisata Kampung Kota

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Jelang lebaran sepertinya berkah tersendiri Wisata Kampung Kota karena menjadi tujuan jalan-jalan maupun belanja. Tidak sekedar itu, menghabiskan waktu untuk buka puasa diakhir pekan menjadi sasaran para wisatawan dari luar kota.

“Beli oleh-oleh buat sanak saudara di kampung batik. Untuk lebaran teman-teman juga,” jelas Suprana yang menikmati wisata.

Wisata yang dikenal satu tahun ini dengan nama City Tour lebih nikmat menggunakan becak. Ayuhan kaki abang becak tidak terlalu cepat, pelan tapi nyaman membuat wisatawan menikamti ramahnya kampung dilewatinya. Kali ini, kenikmatan mengambil sisi lain wisawatan Suprana asal Brebes, Jawa tengah bersama rombongan.

Kita memang sengaja memilih becak sebagai transportasi kita. Kita parkir kendaraan di Sriwedari, bisa melihat stadion pertama PON, kemudian naik becak ke Kampung Batik Laweyan,” ungkapnya.

Becak mengakut para wisatawan City Tour yang berkunjung di Kampung Batik Laweyan.

Kaki menapak dari atas becak mulai menyusur kampung Batik Laweyan, dimana menjadi salah satu magnet kunjungan wisata di Kota Bengawan. Inovasi dan eksplorasi motif batik yang tiada henti, menjadikan kampung batik ini menjadi salah satu tujuan wisatawan, baik dalam dan luar negeri. Dari sudut lokasi, para wisatawan yang datang disuguhi cara pembuatan batik yang ada di Laweyan. Hal ini tentunya menjadi pengalaman tersendiri buat para wisatawan, selain berbelanja produk batik.

“Kita jadi tambah pengetahuan tentang batik, cara pembuatan, dan lainnya,” ungkap dia yang mengakhiri pekan di Kota Solo.

Sedikit berinteraksi membangkitkan suasana khas kampung batik kala Poskita.co berbincang dengan pemilik Batik Mahkota Laweyan, Alpha Fabela Priatmono. Dia mengatakan selama bulan puasa, kunjungan wisatawan di Kampung Batik Laweyan memang cukup tinggi. Selain untuk memenuhi kebutuhan berupa sandang, wisatawan juga ingin menghabiskan waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa dengan belajar batik.

“Cukup banyak ya, malah ada peningkatan selama bulan puasa ini. Jadi banyak yang memanfaatkan waktunya untuk belajar membatik sambil menunggu waktu berbuka,” kata dia.

Membangung karakter dan keunikan kampung Batik maka keberadaan City Tour, dirinya mengatakan sangat tertarik. Karenanya banyak kampung berlomba-lomba untuk membuat keunikan masing-masing yang bisa menarik wisatawan. Apalagi sepengetahuannya, City Tour ini marak dengan setahun ini menjadi tujuan wisata. (Agung Santoso)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *