27 Ribu Warga eks Timor Timur Dukung Ganjar – Yasin

Spread the love

SEMARANG (poskita.co) – Kokpit (Komite Nasional Korban Politik Timor Timur) DPW Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo – Taj Yasin.

Bertempat di Posko Relawan Panser Jl Pandanaran 100 Semarang, Ketua Kokpit Jateng Batista Sufia Kefi mengatakan seluruh anggota Kokpit yang terdiri dari 7777 kepala keluarga atau 27.417 jiwa secara penuh mendukung pasangan calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 1.

“Ini wujud terimakasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuan dan santunan kepada kami masyarakat eks Timor Timur. Kami berterimakasih kepada bapak Jokowi dan pak Ganjar sebagai bapaknya Jawa Tengah,” katanya.

Batista mengaku apa yang dia rasakan selama lima tahun kemarin kepemimpinan Ganjar Pranowo sangat memuaskan. Maka dari itu, bersama organisasinya menginginkan kepemimpinan tersebut tambah lagi lima tahun lagi.

Menerima dukungan tersebut Ganjar mengucapkan terimakasih karena dengan dukungan tersebut semakin mewarnai pendukung pasangan Ganjar – Yasin.

“Di sinilah kawan-kawan yang se-ide, se-hati dan se-ideologi akan berjuang bersama-sama tanggal 27 Juni, dan 2019 kita akan bersama-sama,” katanya.

Menyadari ucapan Batista yang mengatakan kepala keluarga anggota Kokpit berjumlah 7777, Ganjar pun melempar seloroh filosofi. Tujuh itu, kata Ganjar, dalam bahasa Jawa pitu, dan bahasa Indonesia tujuh. Pitu itu pitulungan, kalau yang bahasa Indonesia itu tujuan.

“Tujuannya sama kita. Kemenangan itu juga karena pitulungan, pertolongan bapak ibu semua. Dan inilah Jawa Tengah, senior-senior kami dulu sudah menancapkan bahwa Jawa Tengah adalah bentengnya Pancasila,” katanya.

Artinya, lanjut Ganjar, kalau kita sudah bicara bentengnya Pancasila, maka melekat di sana NKRI, bhinneka tunggal Ika, melekat konstitusi dasar kita UUD 1945.

“Jika kita bicara Pancasila, NKRI bicara bhinneka tunggal Ika maka saya tidak peduli apakah kriting, hitam manis atau botak. Apakah putih atau sawo matang, atau ubanan atau bahkan rambutnya agak rege,” tandas Ganjar.

Ganjar menegaskan dengan beragamnya warga Jateng menjadi cermin keindonesiaan yang berbhinneka yang collerfull bisa tercermin di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Batista memberikan Tais, yakni kain tenun khas Timor Timur. Batista mengalungkan sendiri Tais ke leher Ganjar. Sebagai gantinya, Ganjar menyematkan pin bendera merah putih ke dada kiri Batista.

Sebagai bentuk penghormatan kepada warga eks Timor Timur, jika nanti terpilih Ganjar akan memberikan undangan khusus pada Kokpit pada upacara pelantikan. “Insyaallah Agustus nanti nika diizinkan Gusti Allah saya mengundang Kokpit pada pelantikan,” kata Ganjar.(Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *