Amien Rais Desak Kepolisian Usut Tuntas Tercecernya Ratusan Keping KTP-el

Spread the love

SUKOHARJO (poskita.co) – Tercecernya ratusan keping e-KTP di jalan di Bogor, Jawa Barat mendapatkan sorotan tajam dari mantan Ketua MPR Amien Rais. 

Amien meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus tercecernya ratusan keping e-ktp, untuk mencari dalangnya. Pasalnya, pihaknya menduga ada kesengajaan dengan tercecernya ratusan keping KTP-el. 

Menurut Amien Rais, pihak swasta tidak mungkin memiliki berani dengan sengaja mencecerkan KTP-el tersbut, Apalagi, jumlah KTP-el yang tercecer jumlahnya hingga ratusan. Justru Amien Rais menduga ada hubungannya dengan lingkaran kekuasaan.

“Ini pasti berkaitan dengan lingkaran kekuasaan (pemerintah). Tidak mungkin pihak swasta bisa melakukannya, harus diusut tuntas. Jadi, sekarang inilah saatnya, bagi yang masih waras hati nurani dan pikirannya untuk mengatakan cukup sudah,”papar Amin Rais usai mengisi Tabligh Akbar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Pabelan, Kartasura,Sukoharjo.

Selain meminta agar pihak Kepolisian mengusut tuntas tercecernya ratusan keping KPT-el, Amien Rais pun meminta pada Kementerian Agama untuk mencabut Daftar 200 nama mubaliq.

Menurut Amien Rais, diera pemerintahan manapun, tidak ada yang berani membagi-bagi mubaliq yang layak dan mubaliq tak layak. Pasalnya, ungkap Amien, karena itu sangat tabu. Justru, daftar nama mubaliq yang dikeluarkan ini bisa menjadi bumerang Kementerian Agama nantinya.

“Ini hal yang tabu, tapi ditabrak. Rekomendasi 200 nama mubalig yang dibuat Menteri Agama itu suatu blunder besar. Pertama, karena tidak pernah ada sebuah rezim yang berani mengatakan ini mubalig layak,dan ini tidak layak,”ujarnya.

Amin berharap, Menag lebih fokus mengusut persoalan kepada mereka yang telah menguras uang umat. Misalnya, seperti kasus First Travel yang telah merugikan umat Islam hingga ratusan milyar rupiah namun penyelesaiannya pelaku hanya dihukum ringan, tidak memenuhi rasa keadilan (uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *