Camat Sofan: Teriring Harkitnas 2018, Masyarakat Jangan Terjebak Berita Hoax

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Sekitar 70-an abdi masyarakat di lingkup Kecamatan Kebonarum, Klaten, mengikuti apel pagi dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2018 di halaman Kecamatan setempat, Senin pagi (21/5/2018). Agenda ini memang serentak diadakan di seluruh Indonesia, termasuk di jajaran Kabupaten Klaten.

Usai memimpin jalannya upacara peringatan Harkitnas tahun 2018, Camat Kebonarum Sofan menyatakan, saat ini eranya memang serba digital dengan kecanggihan alat telekomunisasi. Perkembangan alat komunikasi seperti handphone yang berisi WhatsApp (WA), facebook, twitter, blog dan lainnya, seakan menjadikan dekat yang jauh.

Namun demikian, masyarakat diminta tidak mudah terjebak atau tertipu dengan berita-berita bohong atau hoax yang terkadang masuk ke WA atau SMS atau lewat twitter. Dunia maya saat ini, kata Sofan, seakan sudah masuk ke ranah kehidupan keluarga. Terkadang, hubungan antara pasangan suami-istri, kalau tidak bisa mengatur diri, bisa berantakan gara-gara status WA atau status di facebook.

“Teriring dengan makna Harkitnas tahun 2018 ini, saya sangat setuju jika masyarakat tetap bisa melek IT, mampu menguasai informasi dengan benar dan tidak terjebak dengan berita-berita hoax. Media sosial atau medsos yang berkembang saat ini bisa dijadikan masukan informasi, tapi tetap ada filternya,” ujar Sofan.

Dan salah satu upaya untuk mencerdaskan masyarakat seiring peringatan Harkitnas ini, masyarakat juga bisa diberikan pemahaman akan pentingnya medsos, pentingnya literasi media dalam mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang berkualitas, bermartabat dan berkarakter.

Merebaknya medsos di tengah masyarakat bisa menjadi pemacu semangat dalam mengabdi bagi negeri dan informasi yang aktual atau terupdate, tetap disaring dengan penuh rasa tanggungjawab. Kata Sofan, ketika ada video atau berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang diduga bisa menimbulkan kegaduhan atau fitnah, bisa diredam sejak dini.

“Masyarakat harus mempunyai kearifan hati dan kepekaan dalam mentransfer setiap informasi yang masuk. Jangan sampai termakan dengan berita-berita hoax,” ujarnya. Upacara ini diikuti unsur Korwilcam Kebonarum Dinas Pendidikan, Puskesmas, Kepala Desa, perangkat desa, dan lainnya.  (aha) 

 

(aha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *