Sosialisasi Empat Pilar, Rinto Subekti: Perangkat Desa Ujung Tombak Pemerintahan Jaga Keharmonisan Warga

Spread the love

KARANGANYAR (poskita.co) – Anggota MPR RI dari Partai Demokrat Rinto Subekti tak pernah lelah blusukan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia) ke pelosok desa di daerah pemilihan Jateng VI (Karanganyar, Sragen, Wonogiri).

Kali ini sosialisasi empat pilar di lakukan Rinto Subekti pada Sabtu 19 Mei 2018 di balai desa Macanan, Kebakkramat, Karanganyar.

Meski dalam suasana puasa di bulan suci Ramadan, warga desa Macanan begitu antusias hadir di balai desa Macanan.

Tak hanya warga, perangkat desa Macanan pun hadir disosialisasi empat pilar tersebut. Termasuk para pengurus Partai Demokrat Karanganyar pun ikut hadir.

Dalam sosialisasi empat pilar, Rinto yang saat ini duduk di Komisi X DPR RI mengatakan perangkat desa memiliki peran penting.

Pasalnya, ungkap Rinto, perangkat desa adalah ujung tombak dari Pemerintahan Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan Pusat, bagian dari struktur pemerintahan yang paling bawah dan mempunyai andil besar dalam menjaga 4 pilar kebangsaaan.

“Nilai-nilai kebhinnekaan penting untuk di jaga bersama, karena hal tersebut menjadi simbol dari identitas kebangsaan dan wujud dari Pancasila,” jelas Rinto yang juga Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Tengah.

Kepala desa dan perangkat desa itu, kata Rinto, punya andil besar untuk menjaga keharmonisan, kerukunan umat beragama kepada masyarakatnya dengan nilai-nilai kebhinnekaan, persatuan dan kesatuan bangsa, aturan dan budaya.

“Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa, kerukunan ummat beragama berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu, saya minta kepada para peserta sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini, jangan sampai karena perbedaan suku ras dan pemahaman agama, masyarakat bisa bercerai berai,” tegasnya dihadapan peserta sosialisasi.

Lebih lanjut, kepala desa dan perangkat desa mempunyai tempat di hati masyarakat. Karena, selain memiliki kedudukan pemerintahan paling bawah juga menjadi tempat yang strategis bagi masyarakat dalam mengadukan berbagai persolan yang berkembang di baris paling bawah.

Untuk itu, sudah sepantasnya kades dan perangkat desa menjadi mintra pemerintah pusat untuk turut serta mensosialisasikan dan mengamalkan empat pilar kebangsaan itu.

“Apabila masyarakat di arus yang paling bawah suruh menghafalkan poin per poin dari empat pilar kebangsaan itu tidak mungkin hafal. Namun saya yakin, bapak ibu yang hadir dalam kegiatan ini mampu mensosialisasikan dan mengamalkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu kepada masyarakat di desanya masing-masing,”ujarnya.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Rinto, dia juga berpesan kepada para pesrta sosialisasi 4 pilar kebangsaan untuk senantiasa antisipasi gerakan radikal dan intoleran yang mulai berkembang hingga ke pelosok desa.

Gerakan itu sering kali membawa isu sentimentil politik dan agama yang membawa perpecahan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Isu sentimen politik dan agama, masih terus dimainkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab, tujuannya agar bangsa kita pecah belah. Untuk itu, mari kita jaga bersama NKRI dari tangan-tangan jahil orang tak bertanggungjawab tersebut. Dengan kebersamaan dan mengamalkan atau menularkan 4 pilar kebngsaan ini kepada lapisan masyarakat yang paling bawah, maka saya yakin bangsa ini akan tetap kokoh berdiri walaupun diterjang berbagai macam isu tersebut,”ujarnya.

Tak hanya Rinto Subekti yang menyampaikan materi empat pilar, warga pun banyak bertanya tentang empat pilar pada Rinto. Sehingga, jalannya sosialiasi empat pilar ini menjadi hidup.(uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *