Hadeuuh…!! TP2D UAD Korcam Trucuk Salah Entry Data Nilai Ujian Praktek Formasi Kasi Pemerintahan Desa Gaden

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Proses seleksi perangkat desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Klaten, mengalami kendala teknis. Pihak tim koordinasi Tim Penguji Perangkat Desa (TP2D) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengaku salah entry data nilai. Ada 33 peserta yang ikut seleksi perangkat desa Gaden dengan formasi posisi 3, yaitu Kaur Keuangan, Kaur Umum dan Perencanaan, dan Kasi Pemerintahan.

Mereka telah mengikuti tes teori dengan cara manual dan tes praktek dengan menggunakan laptop. Dikatakan Ketua Tim Pencalonan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) Gaden, Kristanto Eko Yuwono, ada 11 peserta yang seleksi formasi kaur keuangan, 12 peserta formasi kaur umum dan perencanaan, dan 10 peserta seleksi kaur pemerintahan.

Usai diumumkan hasil seleksi di SMKN 1 Trucuk, TP3D menerima berkas hasil dari UAD. Dan TP3D pun balik ke Balai Desa dengan memanggil nama-nama yang meraih ranking tertinggi untuk diberikan ucapkan selamat dan koordinasi selanjutnya pada Minggu petang (29/4/2018).

“Dan TP3D Gaden melihat berkas nilai yang ada dengan mencocokkan hasil tes tertulis dan praktek. Mohon maaf, ternyata kita temukan ada kesalahan entry data nilai pada Kasi Pemerintahan,” ujar Kristanto saat ditemui wartawan usai acara penyampaikan hasil klarifikasi entry nilai yang salah kepada para peserta seleksi di balai desa Gaden, Senin malam (30/4/2018).

Pada Kasi Pemerintahan itu, ada temuan salah entry data nilai atas nama Wahyu Setyawan dengan Wahyu Widati. Awalnya Setyawan rangking 4 dan Widati rangking 6, dan salah entry nilainya pada nilai praktek komputer. Untuk nilai tertulis sama seperti berkas hasil penilaian yang diserahkan UAD.

Dan data temuan salah entry ini disampaikan ke TP2D di Kecamatan Trucuk, Senin siang, 30 April 2018. Setyawan aslinya mendapatkan nilai 18 pada tes praktek komputer, tapi yang tertera dientry hasil nilai UAD 33. Sedangkan Widati aslinya dalam berkas tes praktek mendapatkan nilai 33, tapi yang dientry oleh tim UAD nilainya 18. TP3D juga telah mengecek ulang hasil total nilai setelah diketahui dua peserta ini tertukar, tapi peserta lainnya sudah benar dan tidak ada kesalahan.

TP3D Gaden memandang ini sebuah kesalahan dan harus diklarifikasi kepada TP2D (Tim Penguji Perangkat Desa) dari UAD. Kebetulan TP3D Gaden bertemu dengan Wita Setyaningrum selaku Ketua TP2D UAD Korcam Trucuk, Camat Trucuk Bambang Haryoko, Sudarna (Koordinator TP3D Kecamatan), Kades Gaden Hj Partinah, dan unsur lainnya di Kecamatan Trucuk. Wita pun membuat surat pernyataan minta maaf atas kesalahan entry data nilai ini setelah dilakukan pengecekan.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan input data yang mengakibatkan ranking peserta tidak sesuai,” jelas Wita diungkapkan seperti dalam surat permohonan maafnya. Dan hasilnya, Wahyu Widati meraih ranking 1 dengan nilai akhir 67, disusul Ariyanto ranking 2 dengan nilai akhir 65,5, dan Wahyu Setyawan menjadi ranking 8. Ketiganya juga sudah melihat hasil berkas entry nilai dan hadir saat klarifikasi bertemu TP2D dari UAD.

Dan endingnya, berita acara revisi nilai hasil ujian calon perangkat desa telah mereka tandatangani. Untuk keterbukaan, para peserta diundang di balai desa Gaden, Senin malam (30/4/2018) dan TP3D Gaden telah menyampaikan hasil klarifikasi dan revisi hasil ujian perangkat desa Gaden oleh TP2D UAD ini. Namun demikian, peserta seleksi perangkat desa minta TP2D UAD bisa hadir dalam agenda klaarifkasi revisi hasil ujian ini. (aha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *