UPN Veteran-Mafindo Yogya: Jangkau Warga Dusun, Say No To Hoax

Spread the love

Bantul (Poskita.co)

Berita bohong yang lebih ngetrend dengan hoax, menyasar siapa saja, termasuk warga yang tinggal di pelosok perdesaan.  Warga dusun salah satu kelompok rentan di dunia digital, untuk itulah Masyarakat Antifitnah Indonesia/Mafindo melalui gerakan Mafindo Chapter Yogyakarta bermitra dengan KKN R.64.14B 2018 UPN Veteran Yogyakarta.

Kemitraan ini dibungkus dalam bentuk sarasehan literasi digital bertema “Say No To Hoax, Say Yes To Fact”,   Minggu (22/4/2018) di Gedung Pertemuan Dusun Bulus Kulon, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ibu-Bapak dan teman-teman perlu bersikap skeptis terhadap semua informasi yang diterima melalui internet, melalui handphone. Jangan langsung percaya, pertama-tama cek informasi kepada sumber terpercaya. Ada aplikasi Hoax Buster Tools yang bisa Ibu-Bapak pakai di Android. Silakan unduh di Google Play Store,” ujar Ade Intan Christian SP, Sekretaris Mafindo Yogyakarta, hadir menjadi salah satu narasumber.

“Selain itu, mari berperilaku sehat di internet. Kita punya THINK untuk menyaring informasi yang akan kita bagi atau teruskan di internet maupun melalui handphone. Is it True? Is it Helpful? Is it Inspiring? Is it Necessary? Is it Kind? Jika semua pertanyaan itu jawabnya „ya‟ silakan bagikan informasi yang Ibu-Bapak punya atau terima di internet,” tambah Christian.

Ditambahkan Christian, hoaks tetap saja hoaks. Dibuat dan disebarkan oleh siapa pun, hoaks wajib dilawan. Siapa pun yang beritikad baik sebaiknya menggunakan cara yang baik, bukan dengan membuat dan menyebarkan.

Belakangan muncul berbagai permasalahan yang bersumber dari internet. Marak berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bermotif ujaran kebencian, memicu perpecahan suatu kelompok masyarakat dan sebagainya.

“Perlu edukasi terhadap masyarakat tentang saran dan standar penyikapan berita-berita yang tersebar melalui internet. Dengan pendidikan ini masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi, dan sebaliknya mampu memanfaatkan eksistensi internet secara positif,” ujar Laurensius Ivander C, Ketua KKN  R.64.14B 2018 UPN Veteran Yogyakarta.

COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *