Sertijab Pejabat Lingkup Disdik Klaten, Siap Ngemong dan Melayani..!!

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten harus tetap bisa melaksanakan dengan baik setiap keputusan bupati Klaten, termasuk pergantian struktur organisasi tata kerja (SOTK) sejumlah pejabat.

Dikabarkan, ada 103 pejabat di lingkup Pemkab Klaten, termasuk Kepala UPTD Pendidikan yang kini sudah berubah menjadi Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) yang telah diambil sumpah/janji oleh Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, di Taman Mandala Wisata Prambanan, Rabu siang (11/4/2018).

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Klaten Sunardi di depan tamu undangan dan sejumlah pejabat lingkup Disdik Klaten di gelaran serah terima jabatan (sertijab) di aula Disdik Klaten, Senin siang (16/4/2018).

Dalam sertijab ini secara simbolik perwakilan diserahkan Kepala UPTD Pendidikan Kebonarum Supana SPd kepada KWK Kebonarum Dinas Pendidikan Purwanto SPd MM. Supana menduduki posisi baru sebagai KWK Jatinom Disdik yang kalau jaraknya ke kantor lebih dekat.

“Rumah saya ada di Bono, Tulung, jadi kalau ke kantor di Kebonarum jaraknya sekitar 15 km, dan kini lebih dekat, sekitar 5 km. Jauh dekat tetap kita laksanakan keputusan Bupati Klaten ini dan posisi baru ini, istilahnya KWK tetap kita dukung,” ujar Supana.

Juga ada sertijab atas nama Kepala UPTD Pendidikan Polanharjo Herning Gendrowati SPd MPd kepada KWK Polanharjo Disdik yang baru, Sri Nuryanti SSos. Gendrowati menduduki jabatan baru sebagai KWK Wonosari Disdik.

Kepala Disdik Klaten Sunardi menyatakan, apa yang telah menjadi keputusan Bupati tentang SOTK ini, harus bisa diamankan, dijalankan dengan sepenuh hati. Dan pergantian posisi jabatan itu hal biasa dan tidak perlu dipermasalahkan.

Juga dipesankan, agar segenap pejabat lingkup Disdik yang baru, bisa menanamkan semangat pengabdian, bisa ngemong dan memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan dan meraih prestasi anak-anak generasi bangsa. Dengan penuh kecintaan dan kasih sayang, anak-anak dibimbing menjadi manusia yang cerdas, berkarakter dan siap menjadi penerus bangsa.

“Anak-anak itu dikandani kudu, dibenerke harus, neng ojo diseneni, ojo dipaido, sirikan. Kita ingat waktu pelajaran jadi guru, bahwa kecintaan saya kepada anak, baik tindakan, ada peringatan, adalah wujud kecintaan kita. Bukan untuk memarahi, bukan menyakiti, tapi agar anak-anak bisa tumbuh berkembang sukses dalam hidupnya,” pesan Sunardi.

Filosofi seorang guru, seorang pelayan masyarakat ini bisa dilaksanakan. Pegang teguh filosofi pelayan, filosofi memberi, filosofi membantu, dan juga bisa ngemong siapa saja. Seperti posisi sebagai KWK Disdik, tentunya tetap bisa memberikan pelayanan terbaik, bisa ngemong semuanya. (hak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *