Mahasiswa PBSI Univet Bantara Sukoharjo Launching Buku Essai Kritik Sastra

Spread the love

Sukoharjo (Poskita.co)   Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo meluncurkan buku Kumpulan Essai Kritik Sastra, yang berisi kritik sastra hasil buah tulisan mahasiswa.

Peluncuran buku ini mendapat tanggapan positif dari Kaprodi PBSI  Dra Titik Sudiatmi MPd, dimana ia mengutip sastrawan hebat Pramoedya Ananta Toer,

“Orang boleh pandai setinggi langit,  tetapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” kata Titik Sudiatmi mengutip pendapat Pramoedya.

Dikatakan Titik, langkah para mahasiswa-mahasiswi dalam menerbitkan buku ini dapat menjadi inspirasi langkah berikutnya.

“Penerbitan buku juga membawa dampak bagi naiknya popularitas PBSI, dan berdampak pada nilai saat akreditasi nanti,” ucapnya.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Drs Toni Harsan MH, mengaku bangga dengan semangat mahasiswa-mahasiswi dalam membuat buku essai kritik sastra. Toni berharap, kelak, saat penilaian akreditasi, PBSI mendapat nilai A.

Dr Mukti Widayati MHum, pembina, dosen pembimbing dan editor konseptual,  kegiatan literasi ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Menulis Kritik dan Esai Sastra, yaitu dengan menulis artikel  ilmiah populer kesastraan.

“Harapan saya, kegiatan ini memberikan pengalaman menarik dan berharga. Kelak setelah lulus dari PBSI menjadi seorang penulis kritis khususnya di bidang sastra. Karya sastra dapat dihargai dengan cara membaca dan mengapresiasi dalam bentuk tulisan kritis,” kata Mukti Widayati.

Dikatakan Mukti, hasil tulisan sudah mengalami proses yang panjang, dalam satu semester, revisi berkali-kali, editing, untuk menuju tulisan ilmiah. Tulisan ini hasil ekspresi mahasiswa, kegelisahan mahasiswa dalam realitas sastra baik secara sosiologis, psikologi, religius, budaya, maupun estetika struktural.

Beberapa essay kritik sastra di antaranya: Aditya Wibisono  mengangkat permasalahan sosial dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Ana H Helfiyana mengangkat Feminisme Novel Edensor karya Andre Hirata. Achmad Zufli Melacak  Jejak Sejarah Islam di Eropa Novel 99 Cahaya di Langit Eropa.

COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *