Tiga Warga Wonogiri Tewas Tenggelam

Spread the love

Purwantoro, (poskita.co)—– Tiga orang warga Kabupaten Wonogiri dilaporkan tewas dalam kecelakaan air. Dua orang tewas saat menyeberang sungai di Kecamatan Purwantoro dan seorang tewas saat berwisata di Kecamatan Pracimantoro.

Informasi menyebutkan, dua orang korban tewas di Kecamatan Purwantoro adalah Ny. Sutini (40) dan Ny. Misiyem (50), warga Dusun Sumber, Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro. Keduanya tewas terseret arus sungai Segandu yang mengalir dari Purwantoro, Kabupaten Wonogiri menuju Semorobangun, Kabupaten Ponorogo, Jatim, saat perjalanan pulang usai bekerja sebagai buruh tani, Kamis (8/3/2018) siang pukul 13.30.

“Jika tidak hujan, sungai Segandu bisa diseberangi dengan jalan kaki karena airnya dangkal. Namun ketika kedua korban tengah menyeberang, mendadak air mengalir sangat deras. Diduga di daerah hulu sungai terjadi hujan deras hingga volume air meningkat,” tutur Budi, warga Purwantoro, Jumat.

Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR Kabupaten Wonogiri bersama masyarakat dan beberapa komponen lain, Sutini berhasil ditemukan sekitar 1 km dari lokasi kecelakaan pada Jumat pagi sekitar pukul 06.30. Sedang Misiyem masih dalam pencarian.

Sementara itu kecelakaan air juga terjadi di kolam Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro, Minggu (4/3/2018) lalu.

Kecelakaan yang mencuat di media social Face Book (FB) itu menimpa Briyan Saputra (23), warga Giribelah, Kecamatan Giritontro. Korban tenggelam saat mengendarai perahu bebek di kolam mata air desa yang belakangan ini dijadikan obyek wisata.

“Korban tercebur dan tenggelam gara-gara perahu bebek yang ditumpanginya terbalik,” ujar Pipit, warga Pracimantoro.

Kecelakaan yang menyebabkan korban tewas di obyek wisata air ini membuat warganet group FB Pracimantoro prihatin. Pasalnya di obyek wisata yang potensial terjadi kecelakaan air itu tidak ada petugas pengawasnya. Sehingga jika terjadi kecelakaan bisa berdampak keterlambatan penyelamatan.

“Mestinya pengelola obyek wisata juga memperhatikan keselamatan pengunjung dengan menempatkan petugas pengawas di areal kolam,” komentar Sulis di grup FB tersebut. (w1di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *